ANCAMAN BAGI DUNIA PROFESIONAL ARSITEK

Profesional mengandung makna keahlian yang tidak semua orang bisa mumpuni dalam suatu bidang. Isinya para ahli atau pakar baik memiliki gelar maupun non gelar. Kata profesi tidak sekedar menunjuk pada jenis pekerjaan tetapi juga menunjuk pada keahlian spesifik. Orang dengan profesi tertentu berarti dia bekerja pada bidangnya karena sesuai keahliannya.

Arsitek adalah profesi. Orang yang menyandang sebagai arsitek berarti dia bekerja di bidang arsitektur dan ahli sesuai bidangnya, atau secara spesifik menguasai turunan dari bidang-bidang ilmu di dalam arsitektur. Karena arsitek dikenal sebagai ahli bangunan, maka segala pertanyaan tentang bangunan akan tertuju kepada arsitek.

Namun, tren terkini orang malas bertanya, malas keluar rumah, malas mengeluarkan biaya, malas berinteraksi dengan orang lain. Teman mereka di rumah berupa gadget atau laptop yang terkoneksi internet. Ingin membangun rumah, buka internet…. Ingin beli bahan bangunan, buka internet ….. ingin memilih desain yang sesuai keinginan, buka internet ….. ingin menghitung anggaran biaya, buka internet …. Dst, tersedia di internet. Salah satu yang dibuka adalah Google. Dalam waktu singkat langsung dapat jawaban digital, dari googling terarah ke sekian banyak website arsitektur. Sambil minum kopi dan makan camilan, sambil nyantai di rumah mereka dapatkan info tanpa keluar rumah, tanpa bertemu arsitek, tanpa membayar arsitek, tanpa merepotkan orang lain. Setelah itu panggil tukang untuk mengerjakan bangunannya.

Tidak ada lagi yang spesifik dari profesi arsitek karena semua serba mudah didapatkan dari internet. Akhirnya mengerucut pada pertanyaan buat apa sekolah arsitektur jika semua orang bisa berkonsultasi dengan internet dengan mudah? Ini tantangan nyata dunia pendidikan arsitektur dan sekaligus sebagai ancaman profesional.

Bahkan Google dan Ernst sebagai raja bisnis dunia digital internet telah mengkampanyekan penerimaan pekerja online dengan tanpa menyertakan syarat ijazah! Artinya tidak perlu capek-lelah sekolah di arsitektur sudah bisa mendapatkan pekerjaan dengan gajih yang lumayan besar. Artinya juga tidak perlu transkrip nilai yang menggambarkan indeks prestasi. Buat apa kuliah ……!? Ini tantangan dan ancaman bagi eksistensi pendidikan dan profesi arsitek.

Bagaimana menghadapi fenomena nyata ini?  Orang kuliah bertahun2 itu tujuannya untuk mudah dapat pekerjaan. Semua orang bekerja bercita-cita dapat duit besar.

Ada 2 pilihan; 1] arsitek pekerja 2] arsitek pemikir.

Tinggal pilih,

Arsitek pekerja : dia kerja karena ada order job dari yang di atasnya. Kerjakan ini, gambar ini….

Atau

Arsitek pemikir : melakukan proses komprehensif dari A s/d Z dalam proses desain. Dia mampu menjawab jika ada pertanyaan bangunan ini kenapa bentuknya seperti ini. Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada arsitek pekerja, maka jawabannya : nggak tau, saya cuma menggambar saja.

Kata arsitek pekerja : nggak masalah yang penting dapat gaji besar dan dapat nyambi job-job lainnya.

Silahkan direnungkan masing-masing, pandangan materialisme saat ini sudah merasuk ke berbagai sendi kehidupan, yang penting duit-duit-duit……

2 Replies to “ANCAMAN BAGI DUNIA PROFESIONAL ARSITEK”

  1. Assalamualaikum wrwb
    wah, ga nyangka bapak masih aktif nulis di blog. apa kabar pak ?

    membaca postingan bapak kali ini saya jadi teringat pernah membaca sebuah artikel yang judulnya ” merancang rumah tanpa harus kuliah arsitektur”
    agak miris membacanya
    seakan-akan profesi arsitek saat ini bisa dilalui dengan otodidak.
    kecewa dan takut sebenarnya jika nanti banyak orang membangun bangunan tanpa arsitek “sungguhan”

    untungnya sekarang ada UU ya pak yang mengatur setiap proyek wajib ditangani profesi arsitek yang sudah terdaftar dan tersertifikasi oleh IAI. semoga pelaksanaan dilapangannya lebih diperketat.

    masalah sertifikasi tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut kemampuan seseorang. Jangan sampai arsitek otodidak yang saya bahas diatas tadi yang memimpin suatu proyek.

    mengerikan 🙂

    1. wa’alaikumussalam wa rahmatullah
      alhamdulillah baik.
      terima kasih bisa berkunjung atau nyasar di blog ini.
      betul sangat miris juga, arsitek termasuk profesi yang diakui dunia, tetapi di sini arsitek masing dipandang sebelah mata atau mungkin tidak dilirik sama sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *