Artikel Anda

18

Sep

Artikel Anda

MENGENDALIKAN MEDAN SUARA DALAM RUANG SERTA FORMASI ELEMEN AKUSTIK DALAM RUANG
ditulis oleh : Muhammad Agung Darajad

Mengendalikan medan suara dalam ruang
Permasalahan akustik dalam ruangan secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pengendalian medan suara dalam ruangan (sound field control) dan pengendalian intrusi suara dari ruangan atau ke ruangan (noise control). Pengendalian medan suara dalam ruang akan sangat tergantung pada fungsi utama ruangan tersebut. Ruang yang digunakan untuk percakapan saja, akan berbeda dengan ruang yang digunakan untuk aktifitas yang terkait dengan musik, serta akan berbeda pula dengan ruangan yang digunakan untuk kegiatan yang melibatkan percakapan beserta musik.
Pengendalian medan suara dalam ruang (tertutup), pada dasarnya dilakukan untuk mengatur karakteristik pemantulan gelombang suara yang dihasilkan oleh permukaan didalam ruang, baik itu dari dinding, langit-langit, maupun lantai. Ada 3 elemen utama yang dapat digunakan untuk mengatur karakteristik pemantulan ini yaitu:

Lanjutkan membaca

 

AKUSTIKA DALAM RUANGAN

ditulis oleh : Sanaz Ichsan

Materi fisika bangunan yang saya terangkan ini membahas akustik tepatnya akustik dalam ruangan atau Internal Acoustic. Pada tempat terbuka yang bebas halangan (free sound Held atau free Held) bunyi yang dihasilkan oleh suatu sumber bunyi akan merambat ke segala arah. Ketika menempuh jarak tertentu, kekuatan gelombang yang merambat akan terus menurun seiring bertambahnya jarak tempuh. Menurunnya kekuatan bunyi semacam ini, hanya sahih diterapkan pada kondisi free-field. Persamaan tersebut tidak berlaku pada peristiwa penyebaran gelombang bunyi dalam ruang tertutup. Pada ruang tertutup, ketika bunyi merambat ke arah tertentu dan membentur pembatas ruangan, tergantung pada karakteristik pembentuk elemen pembatas tersebut ada kemungkinan bunyi akan dipantulkan, dan/atau diserap, dan/atau ditransmisikan. Sehingga, dalam suatu ruangan, bunyi yang terjadi atau terdengar, sebenarnya adalah kombinasi dari bunyi asli dan bunyi hasil pantulan.

Lanjutkan membaca

 

KONDISI TERMAL DI BANJARBARU

Ditulis oleh : Winda Trisnayanti
Menurut  ASHRAE  (American  Society  of  Heating  Refrigating  Air  Conditioning  Engineer)  tingkat  kenyamanan dapat dipengaruhi oleh suhu udara ruangan, kelembapan ruangan, pakaian, metabolisme, suhu radiasi dan kecepatan angin dalam ruangan. Oleh karenaitu penting pengetahuan tentang kenyamanan  termal  agar  tercipta  suasana  belajar  mengajar  yang  lebih  baik  dipandang  dari  segi kenyamanan  udara.  Kenyamanan  termal  ruang  kelas  sangatlah  membantu  dalam  proses  belajar mengajar. Dengan merasa nyaman maka akan mempermudah kita dalam berkonsentrasi.

 Lanjutkan membaca

 

SISTEM AKUSTIK BIOSKOP

Ditulis oleh : Tri Wardani

Salah satu mata kuliah penting di fisika bangunan ialah akustik. Mengapa akustik? Seperti yang kita ketahui akustik berperan penting dalam mengatur suasana di dalam ruang agar pengguna di dalam ruangan merasa nyaman dan santai, seperti di bioskop, teater atau auditorium. Boleh dibilang bahwa seorang arsitek merancang bangunan dilihat dari bagaimana pengguna ruang merasa nyaman berada di dalam ruang.

Lanjutkan membaca

 

PERANAN PENTING SISTEM AKUSTIK PADA  ”AUDITORIUM”

Ditulis oleh : Arif Nurhakim

Auditorium merupakan tempat untuk menampilkan pertunjukan pentas seni seperti teater, opera dan musik. Pertunjukan yang bisa dinikmati dengan nyaman, atau sebaliknya antara lain tergantung dari kualitas akustik ruang tersebut. Maka perancang interiornya pun ikut berperan dalam mempengaruhi sukses tidaknya suatu pertunjukan agar menciptakan kualitas karakter akustik yang baik.

Lanjutkan membaca

 

Akustik Studio Radio

Ditulis oleh : Akhmad Maulana Aditya

Studio radio, dari fungsinya secara akustik, dapat dilihat dari ruang untuk siaran (percakapan) dan rekaman. Semestinya, pada saat merancang sebuah studio radio, desain akustik tidak boleh dikesampingkan. Hal-hal yang sering terjadi pada sisi lain yang terjadi dengan parameter desain akustik dari ruang studio radio, misalnya kenyaman bagi penyiar sehingga orang yang yang mendengar merasa nyaman dari suara yang dihasilkan secara langsung, untuk menciptakan ruang interior studio radio yang bagus para desainer arsitektural dan interior studio radio kemudian memilih menggunakan material-material yang permukaannya keras dan pada lapisan dinding menggunakan lapisan busa untuk ditempelkan sebagai peredam suara, seperti peredam telor yang berdiameter lebar, kain wool tebal dan glasswool. Apabila sisi akustik tidak dipertimbangkan, maka material-material tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya cacat akustik seperti echoe, dan sound focusing, yang pada akhirnya mengganggu intelligibility (kejelasan mendengar suara). dengan adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk membuat program radio dan untuk menyiarkan hasil dari program tersebut, baik untuk siaran langsung maupun direkam untuk disiarkan dilain waktu. Ruangan kedap suara digunakan untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan yang dapat bercampur saat siaran.

Lanjutkan membaca

 

KENYAMANAN TERMAL INDOOR PADA BANGUNAN DI DAERAH BERIKLIM TROPIS LEMBAB

Ditulis oleh : Rif’at Wahdi

Wilayah yang memiliki   iklim tropi s lembab umumnya ditandai   dengan suhu udara tinggi   dan kelembaban udara yang relatif tinggi pula. Diantara wilayah dengan iklim tropis lembab tersebut adalah wilayah negara-negara Asia T enggara yang posisinya berdekatan atau bahkan dilalui katulistiwa.

Indonesia, Malaysia dan Singapura merupakan bagian Negara yang beriklim tropis lembab, dengan posisi antara 1 sampai 1 1º Lintang Utara. Suhu rata-rata tahunan mencapai 26 – 27ºC dan suhu siang hari tertinggi mencapai 34ºC sedangkan kelembaban relatif antara 70 – 90% (Sabarinah dan Ahmad, 2006. Sementara itu di Indonesia pada daerahdaerah tertentu (Surabaya-Indonesia misalnya) suhu udara maksi mal   dapat   mencapai   36, 4º   C dengan kelembaban mencapai 85 % (Wijaya, 2007). Kenyamanan termal dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi   pikran yang menimbulkan ekspresi kepuasan dengan lingkungan termal (Nugroho, 2006).

Lanjutkan membaca

 

KENYAMANAN TERMAL INDOOR PADA BANGUNAN DI DAERAH BERIKLIM TROPIS LEMBAB

ditulis oleh : Sitta Annisa Fahrina

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian masyarakat pada masalah kenyamanan termal penghuni bangunan telah menghasilkan banyak studi termal pada berbagai jenis bangunan. Penelitian dilakukan berbagai Negara dengan jenis iklim yang berbeda-beda, diantaranya studi tentang ventilasi oleh Lazzerdi dkk (1991); Warden (2004); Howell et al (2004); Manz and Frank (2005); Kunzel et al (2005); Nugroho (2006); Roonank et al (2009). Ada banyak sudi tentang berbagai cara untuk mengevaluasi kenyamanan termal untuk mengetahui apakah lingkungan termal cocok untuk hidup nyaman. Kriteria desain tertentu untuk kenyaman termal telah mempengaruhi desain bangunan dan sistem control atau tindakan adaktif sebagaimana dalam penelitian Brager and Dear (2000); ASHRAE (2004), ASHRAE 55 dan ISO 7730 (ISO 1994) dapat mengidentifikasi pengukuran fisik dan memverifikasi veriabel termal dalam jangkuan kenyamanan seperti parameter termal dalam ruangan.

Lanjutkan membaca

 

Pengaruh Bentuk Bangunan pada Lingkungan Thermal Kota

Ditulis oleh : Karsa Reza Faizal

Berubahnya temperatur udara kota seringkali dipandang sebagai fenomena pemanasan global seperti polusi gas rumah kaca di kota. Aspek fisik bangunan seperti bentuk dan orientasi bangunan, tidak pernah diperhitungkan sebagai penyebab naiknya temperatur udara kota. Orientasi bangunan sebagai salah satu aspek bentuk bangunan dianggap berpengaruh hanya pada kenyamanan termal ruang dalam bangunan saja. Selain itu orientasi bangunan lebih diatur oleh struktur jalan dan kondisi topografi atau faktor lain seperti ekonomi yang dianggap lebih menentukan.

Kawasan yang memiliki bangunan yang cenderung berorientasi Timur – Barat cenderung memiliki temperatur udara lebih tinggi. Bila dua buah kawasan yang sama kecuali dari aspek orientasinya, di mana perbedaan ratio luas dinding T-B / luas dinding U-S berbeda satu, maka kawasan yang memiliki ratio lebih besar akan memiliki temperatur udara lebih tinggi 0,53 °C. Hal ini disebabkan dinding Timur dan Barat banyak menerima radiasi matahari sehingga menjadi panas dan meradiasikan kembali kalor tersebut ke udara.

Lanjutkan membaca

 

 

Dampak Komersialisasi Permukiman

Oleh : handy_250990@yahoo.com>

Permukiman menjadi salah satu kebutuhan utama manusia saat ini. Dimana manusia mulai meninggalkan kehidupan komunal tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Manusia mulai hidup individual dalam kelompok-kelompok keluarga kecilnya. Manusia berlomba-lomba membangun rumah tinggal impiannya. Dan sisi inilah yang ditanggkap oleh para pengembang perumahan dalam menghasilnkan uang. Berbagai macam perumahan dibangun dengan berbagi fasilitas yg ditawarkan. Namun ada satu hal yang sering kali mulai ditinggalkan oleh para pembangun, yakni bersinergi dengan alam sekitar mereka untuk meminimalisir dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan kita hadapi bersama. Dan disinilah perlu adanya perencanaan yang matang dalam membangun sebuah permukiman yang ideal bagi pemukimnya maupun masyarakat disekitarnya. Permukiman yang tidak mementingkan kepentingan komersial semata, namun tetap mensinergikan kelima unsur dalam permukiman yakni individu (man), sosial (social), alam (nature), lindungan (shells), dan jejaring (network).

Superblok Sebagai Alternatif Permukiman Manusia

<Oleh :  Taufiqurachman>

Konsep Superblok adalah konsep permukiman di pusat kota dengan konsep One Stop Service yang mengupayakan pemenuhan kebutuhan manusia urban untuk tinggal, bekerja, dan berekreasi (mencari hiburan) dalam satu kawasan. Jarak antara satu fungsi dengan fungsi lain pada kawasan tersebut dirancang agar penghuni dapat memenuhi segala aktifitasnya hanya dengan berjalan kai. Dengan konsep ini diharapkan para penghuni superblok tidak perlu lagi menggunakan kendaraan yang mengeluarkan polusi, mereka cukup berjalan kaki untuk menjangkau area tempat bekerja, area komersial dan area hiburan dari tempat tinggal mereka. Sehingga kawasan dapat bebas polusi kendaraan. Kawasan dapat lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih hijau. Konsep pembangunan gedung di area superblok ini biasanya adalah kawasan yang dapat menampung kepadatan tinggi namun tetap menyisakan ruang terbuka hijau yang cukup bagi penyediaan resapan air.
Di Jakarta, beberapa superblok hampir selesai dibangun dan sudah dihuni, contohnya  kawasan SCBD di kawasan Sudirman, Podomoro City di Grogol dan Ciputra City di Kuningan. Ketiga kawasan ini awalnya merupakan kawasan kumuh, terbengkalai dan perlu direvitalisasi. Pihak swasta kemudian mengembangkannya menjadi sebuah kawasan superblok untuk tinggal dan berbisnis, dengan fasilitas hiburan dan komersial yang lengkap bagi kalangan menengah ke atas sehingga bernilai jual tinggi.
Ada tiga hal menurut saya yang membuat pengembangan kawasan superblok di Jakarta masih memiliki banyak kekurangan, yaitu:

  1. Kawasan superblok yang ada sekarang umumnya hanya menyisakan ruang terbuka hijau sekitar 9%, padahal undang-undang mengharuskan penyediaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan sekitar 22%. Salah satu tujuan pembangunan Superblok yang seharusnya menjadi pendukung penyediaan ruang terbuka hijau di kota menjadi tidak tercapai. Pemerintah tidak mengawasi jalannya undang-undang tersebut pada kawasan superblok. Dampak  dari minimnya ruang terbuka hijau adalah berkurangnya penyediaan air tanah di sekitar kawasan tersebut. Yang dirugikan tentu masyarakat di kawasan superblok tersebut dan masyarakat sekitarnya.  Meskipun ada bantahan juga dengan mengatakan bahwa penyediaan air dapat dipenuhi oleh PDAM. Tapi kita tahu sendiri bagaimana kondisi PDAM di Jakarta. Apabila kondisi sudah terlanjur seperti ini, yang bisa dikembangkan oleh pengembang adalah menampung air hujan dan mendaur ulang air dari area superblok. Sehingga kebutuhan air di kawasan tetap terpenuhi. Dampak lain dari berkurangnya area terbuka resapan air juga akan mengakibatkan banjir di sekitar kawasan.
  2. Pengembangan Superblok di Jakarta belum terintegrasi dengan kawasan superblok lain atau dengan tetap mengandalkan transportasi massal. Sehingga kawasan ini tetap tidak banyak membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Pengembangan superblok yang baik adalah dapat mendukung peningkatan kualitas kehidupan kota. Jadi pengembangan kawasan superblok perlu diintegrasikan dengan pengembangan transportasi.
  3. Kawasan Superblok di Jakarta masih mengutamakan pembangunan untuk masyarakat menengah ke atas. Bisa dimaklumi karena yang membangun adalah developer (pengembang) yang selalu berpikir membangun dengan tujuan komersial. Pemerintah perlu memfasilitasi pembangunan superblok berdampingan dengan pembangunan kawasan untuk masyarakat menengah ke bawah. Karena kehidupan di kota manapun di dunia selalu ada ’simbiosis mutualisme’, yaitu saling membutuhkan dan melayani antara masyarakat menengah ke atas dengan masyarakat menengah ke bawah. Apalagi pemerintah juga sedang menggiatkan pembangunan rusunami dan rusunawa di perkotaan. Tentunya keduanya bisa saja dikembangkan bersama dan terintegrasi dengan transportasi massalnya.

Kekurangan di atas masih bisa diperbaiki. Dan konsep superblok untuk Jakarta masih tetap terus berkembang. Peran arsitek atau perencana dan perancang kota, sangat diharapkan dalam mengembangkan konsep superblok untuk lingkungan kota-kota di Indonesia, khususnya Jakarta. Semoga kota Jakarta yang saat ini sedang sibuk meninggikan gedung-gedungnya bisa mencapai kualitas kehidupan kota yang lebih baik untuk masyarakatnya.

Siang Bagaikan Malam, Malam Bagaikan Siang

(ditulis oleh:  Dwi Sutaryono)

Energi  dan bangunan! Sebuah hal yang tidak dapat terpisahkan, lebih tepatnya “bangunan akan energi”. Sebuah bangunan yang ada memerlukan energi unuk memaksimalkan fungsi bangunan. Terdapat dua jenis energi yang ada, yakni energi buatan dan energi alami.  Sebuah bangunan dalam melaksanakan fungsinya memerlukan dan membutuhkan kedua jenis energi tersebut. energi  alami  dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi bangunan pada siang hari, sedangkan energi buatan dibutuhkan untuk memaksimalkan fungsi banguan pada malam.

Namun, sepertinya saat ini pada bangunan tak lagi menyeimbangkan kedua energi tersebut. Terkadang bangunan memerlukan bantuan energy buatan pada siang hari. Semua itu diakibatkan,ketidak maksimalnya fungsi daribangunan tersebut. Ketidak tepatanya pembuatan sistem sirkulasi udara bangunan dan lebih diutamakan keindahan desain daripada fungsi bangunan.  Sehingga sering kali ada bangunan yg memerlukan pencahayaan buatan pada siang hari atau lebih tepatnya tidak merasakan kenyamanya pada sebuah bangunan. Dapat dikatakana bangunan tidak  berfungsi dengan baik karena tidak menyeimbangkan antara energi alami dan energi buatan pada bangunan.

ENERGI UNTUK BANGUNAN

ditulis oleh : Monaliza Maulidia monalisa_arc08@ymail.com

Matahari memberikan banyak hal kepada kita,  memberi sinar terang, memberi energi. Angin pun memberi banyak keuntungan bagi kita, memberi kesejukan  memberi kebersihan aroma. Kenapa kita harus menyia-nyiakan manfaat sebesar itu? Kenapa kita harus menyempitkan lubang ventilasi ? Kenapa kita harus menghidupkan lampu terus-menerus? Kenapa kita harus bergantung-diri kepada AC dan lainnya? Kenapa kita tidak menyejukkan ruangan dengan angin?.  Oleh karenanya sedapat mungkin kita harus merancang bangunan  dengan memanfaatkan matahari dan angin yang melimpah. Tentu saja hal-hal demikian tidak berarti kita menutup diri terhadap pemakaian elemen-elemen mekanis seperti lampu dan AC, karena untuk kondisi-kondisi tertentu yang dipersyaratkan oleh fungsi ruangan, kita mungkin harus memecahkan masalahnya dengan elemen mekanis tersebut. Yang jelas, rancangan-rancangan kita ciptakan harus dapat memecahkan masalah-masalah pencahayaan dan penghawaannya secara tepat dan logis; artinya, kita harus tahu kapan saatnya memakai bantuan elemen -elemen mekanis, dan kapan pula kita terapkan pemecahan-pemecahan alami bagi masalah pencahayaan dan pengudaraan tersebut.

PENGHEMATAN ENERGI BANGUNAN ARSITEKTUR

ditulis oleh: melizayanuari@gmail.com>

Fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Konsep pembangunan arsitektur hijau menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai dari desain building interior, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan. Desain rancang building memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari.

Penggunaan material bahan bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk mengatur pengeluaran sehingga baik building interior maupun eksteriornya tetap berkualitas. Konstruksi building design yang berkelanjutan dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan alternatif dan bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi emisi CO2.