RUPIAH ANJLOK TERHADAP DOLAR, PROBLEM BAGI ARSITEK?

Tentu saja segala hal yang terkait bahan bangunan berpengaruh kepada arsitek. Penyelesaian desain tidak berhenti pada gambar semata. Setelah itu arsitek harus mampu menghitung seberapa besar biaya yang diperlukan untuk mewujudkan ide desainnya. Berapa banyak klien mundur teratur setelah tau ternyata biaya pembangunan sangat mahal diluar kemampuannya. Kalau sudah seperti itu kondisinya, desain tidak ada artinya, karena tidak dipakai oleh klien.

Arsitek kreatif akan memilih material bangunan sesuai budget yang dimiliki kliennya. Penguasaan taraf affordability klien sangat diperlukan, bukan saja karena pertimbangan fee arsitek tetapi lebih dari itu yaitu mempertimbangkan keberhasilan gambar yang diteruskan pada tahap pembangunan. Tidak sedikit arsitek kecewa berat akibat desainnya dikembalikan oleh klien gara-gara terlalu mahal. Si klien memilih arsitek lain yang bisa menyajikan pilihan harga yang murah.

Ironisnya, keadaan ekonomi makro turut mendongkrak tingginya harga material bangunan. Hampir merata di seluruh jenis material. Bahan berbasis besi, baja, aluminium sudah bisa dipastikan terus melonjak karena komponen impor. Sementara impor tergantung kurs mata uang.

Mata uang Indonesia sangat rentan terhadap perubahan kurs dolar Amerika. Hampir seluruh aktivitas ekonomi dagang menjadikan dolar AS sebagai pedoman. Kontrak ekspor-impor menggunakan kurs dolar, biaya transportasi dengan dolar, umroh dan haji juga berpatokan dengan dolar, termasuk jangan dilupakan hutang Indonesia juga dihitung berdasarkan kurs dolar. Saat dolar kuat rupiah melemah. Tentu saja banyak sebabnya.

Beberapa ulasan ahli ekonomi mengatakan bahwa rupiah tidak bisa membendung kuatnya dolar bukan disebabkan keadaan internal tetapi karena pengaruh eskternal. Diantaranya perubahan kebijakan moneter makin ketat yang dilakukan Bank Central Amerika atau disebut The Fed. Indonesia termasuk negara yang terpengaruh dengan kebijakan moneter The Fed dengan menaikkan suku bunga. Pasar modal sangat tertarik dengan suku bunga yang tinggi dan mengalihkan sekian banyak modalnya ke Bank Central Amerika tersebut agar mendapatkan keuntungan yang tinggi. Dolar makin diuntungkan dengan kondisi tersebut.

Sektor industri paling terkena dampak dari melemahnya rupiah terhadap dolar. Wajarlah jika kemudian mempengaruhi harga material bangunan. Hingga tulisan ini dibuat, dolar berada pada level yang tidak wajar terhadap rupiah yaitu hampir Rp.13.800 per USD sangat jauh dari estimasi ekonomi fundamental yang ditetapkan oleh Bank Indonesia berkisar Rp.13.200 per USD. Masih menukil pendapat ahli ekonomi, bahwa efek penguatan dolar terhadap naiknya harga material diperkirakan terjadi beberapa bulan ke depan [april-mei-juni 2018].

Peringatan tentang dampak melemahnya rupiah terhadap dolar penting diketahui. Arsitek pun harus jeli menghitung anggaran biaya pembangunan dari desain yang dihasilkan. Bisa jadi setelah mengajukan anggaran biaya dan langsung disetujui oleh klien, saat belanja material ternyata harga sudah terlanjur naik. Ini sebagai contoh arsitek yang langsung menangani pembangunan fisiknya. Antisipasi terhadap perubahan harga material bangunan arsitek perlu membuat perjanjian kerja yang di dalamnya menyebutkan tentang batas kenaikan harga material yang perlu dikoreksi. Misalnya jika ada jenis bahan naik 20% maka anggaran biaya yang diajukan harus dilakukan perubahan.

Kegagalan arsitek tidak hanya gagal desain tetapi juga bisa mengalami gagal biaya. Akibat biaya yang dianggap tinggi klien mundur teratur dan desain arsitek tidak dipakai. Klien bahkan tidak membayar biaya desain karena merasa tidak memerlukan desain tersebut. Arsitek harus  kreatif menawarkan opsi desain dan opsi pemilihan material agar klien tidak mundur gara-gara biaya bangunan.

KONSTRUKSI BAJA RINGAN UNTUK ATAP YANG RINGAN

Dua fenomena yang saling berlawanan muncul dalam dunia konstruksi, yaitu langkanya kayu dan perkembangan bahan pengganti kayu. Jika dibuat grafik, ketersediaan kayu makin menurun sedangkan bahan pengganti kayu melejit naik. Meskipun demikian fenomenanya, kayu masih tetap diburu untuk pembangunan. Seakan tidak ada bahan yang lebih unggul dibandingkan kayu. Ada benarnya juga, sifat fisik, mekanik dan kimiawi kayu tidak dimiliki bahan buatan lainnya.

Melihat tren penggunaan kayu, pada akhirnya akan terhenti pada titik nol alias tidak ada lagi kayu untuk bahan konstruksi. Entah tahun berapa terjadi. Saat itulah pengguna beralih ke bahan non kayu. Diantara contoh bahan selain kayu yang saat ini menjadi booming adalah atap baja ringan. Permintaan jenis bahan ini makin meningkat dari tahun ke tahun. Semakin banyak dicari dan digemari. Diantara alasan yang paling kuat adalah harga murah dan mudah dalam pemasangan.

Para tukang kayu yang terbiasa menerima order pemasangan konstruksi kayu terpaksa “banting stir” keahlian mereka. Mereka terdorong untuk menjadi ahli dalam pemasangan konstruksi baja ringan. Jika memasang konstruksi kayu banyak menggunakan palu, sedangkan pemasangan baja ringan banyak menggunakan bor listrik. Banyak bermunculan tukang dadakan, mengaku dengan pede nya ahli memasang rangka atap baja ringan. Padahal modal ilmu mereka hanya karena melihat. Sebagaimana prinsip ATM “amati tiru dan modifikasi”. Di sisi lain, para ahli dadakan ini sangat disayangkan minim pengetahuan tentang mekanika. Padahal rangkaian konstruksi baja ringan memiliki batas-batas kemampuan. Rangkaian batang baja seperti susunan segita yang bertautan. Dalam mekanika ada istilah segitiga Cremona, yang prinsipnya menetralisir gaya tarik dan gaya tekan. Dengan prinsip Cremona ini lah rangkaian konstruksi baja ringan yang benar menjadi kokoh tanpa ada lenturan.

Namun disayangkan lagi, prinsip Cremona ini tidak bisa difahami dg hanya sekedar pakai “ATM” tadi. Harus belajar atau kursus atau pelatihan. Kenapa? Bentang atap bisa beragam ada yang pendek dan ada yang pajang. Bentang panjang ini yang perlu diwaspadai. Selain itu, beban atap pun perlu diperhitungkan.

Beban atap tidak terlepas dari jenis penutup atap. Beragam jenis penutup atap banyak dijual di toko-toko bangunan. Kebanyakannya dijual jenis atap metal dikenal dengan metal roof. Diantara kelebihan metal roof adalah ringan. Padahal metal roof ini tidak ada bedanya dengan seng jika ditinjau dari ukuran berat. Berhubung atap seng mudah mengalami korosi, sehingga dilakukan inovasi teknologi hingga menghasilkan metal roof yang diklaim anti korosi. Dengan mengkombinasikan bahan seng dan aluminium kemudian dilapis cat anti korosi menghasilkan bahan yang terlindungi dari korosi.

Mari kita perhatikan sedikit pada aspek berat atap. Konstruksi atap baja ringan sesuai sifatnya yang ringan memiliki batas kemampuan. Beberapa kejadian atap ambruk seringkali kita baca dan dengar informasinya. Muncul pertanyaan kenapa bisa? Banyak sebab. Diantara sebabnya adalah atap terlalu berat, gagal konstruksi karena kesalahan dalam pemasangan, dan angin yang menyebabkan terjadinya getaran atap.

Perhatikanlah sifat baja ringan. Bandingkan dengan sifat kayu. Apa yang berbeda? Banyak sekali kekurangan pada baja ringan dibandingkan kayu. Jika baja ringan bersendirian tanpa ada rangkaian, maka kelemahannya banyak, seperti tidak kuat menahan gaya tekan, gaya tarik dan gaya momen. Tetapi baja ringan jika dirangkai dengan benar mampu menahan gaya tekan, gaya tarik dan gaya momen. Jika terjadi atap baja ringan runtuh berarti itu terjadi karena konstruksi tidak mampu menahan gaya tekan atau gaya tarik atau gaya momen.

Tidak sepadannya berat atap dengan kemampuan konstruksi atap menjadi sebab munculnya gaya tekan, gaya tarik dan gaya momen yang berlebih. Dalam rangkaian konstruksi  baja ringan jika terjadi bengkok pada satu batang saja, menyebabkan gagalnya prinsip Cremona yaitu menetralisir gaya. Sementara bobot penutup atap terus menekan konstruksi baja ringan. Cepat atau lambat konstruksi rangka mengalami jenuh. Makin lama terjadi kebengkokan pada beberapa segmen batang dan makin bertambah. Keadaan akan diperparah jika terjadi hujan dan angin. Hujan menambah bobot atap, sedangkan angin mengganggu kestabilan konstruksi atap. Akhirnya konstruksi atap menjadi runtuh.

Pada jenis atap metal, air hujan tidak terserap. Artinya bobatap gentengot atap metal tetap stabil meskipun hujan. Berbeda dengan atap genteng [baik genteng tanah liat maupun beton], jika diguyur hujan, air terserap dan menambah bobot atap.

Jika ingin membandingkan bobot jenis atap antara metal roof dan genteng, sungguh mencengangkan. Atap genteng memiliki bobot hingga 48kg/m2 sedangkan atap metal hanya sekitar 5,5 kg/m2. Memang benar, ada atap metal yang lebih berat karena ada tambahan lapisan anti berisik dan panas. Namun bobotnya tidak seberat bobot genteng yang mencapai 10 kali berat atap metal.

atap metalBeberapa kejadian atap runtuh menggunakan atap genteng. Umumnya orang tidak diketahui sebabnya. Dahulu, di masa konstruksi kayu hampir tidak terdengar kejadian atap genteng runtuh. Sekarang, di masa konstruksi baja ringan sering mendengar berita atap genteng runtuh. Selain itu, jarang terdengar atap metal runtuh, atap seng runtuh, atap sirap runtuh. Dari sini logika nalar bisa menjawab. Supaya aman jangan menggunakan atap yang berat. Jika menggunakan konstruksi baja ringan gunakanlah penutup atap yang ringan. Tidak mesti metal roof.

atap ondulineSekarang sudah ada inovasi teknologi bangunan, atap tanpa metal, lebih ringan, sejuk dan memiliki insulasi bunyi alias anti bising, serta ringan dengan berat hanya sekitar  3kg/m2. Cerdaslah memilih atap. Jangan malu bertanya kepada ahlinya yaitu para arsitek, yang jaman sekarang mudah anda temui di sekitar anda.

Mengapa Taksi Online Harus Di Demo?

Memang benar-benar sudah latah jaman sekarang menganggap demo menjadi cara jitu menyelesaikan masalah atau menyalurkan keinginan ke pihak-pihak tertentu. Gilirannya, entah sengaja atau tidak, akan ada benturan antara bawahan dan pimpinan, majikan dan anak buah, kaya dan miskin, pemilik kuasa dan kaum lemah. Sungguh kondisi ini memprihatinkan, ada benturan antara masyarakat cukup meresahkan. Kita semua maunya hidup rukun dan damai, tapi nyata nya fakta membelalakkan mata. Miris melihat pemandangan rusuh dan demo di mana-mana.

Di antara tren demo itu sekarang muncul gejolak di dunia transportasi. Di tengah kemajuan sistem transportasi dan di saat pemerintah sedang gencar memperbaiki infrastruktur transportasi, muncul ke permukaan publik persoalan taxi online. Grab dan uber taxi di uber-uber. Padahal, taxi online ini sudah muncul tahun lalu, baru meledak tahun ini. Kenapa meledak? Kesenjangan ekonomi atau pendapatan antar kelompok atau pun paguyuban transportasi menjadi pemicu. Ya, ada rasa iri kepada sistem online yang begitu mudah dan murah. Sementara mereka yang masih memegang sistem konvensional tidak mampu mengikuti cara sistem online. Ledakan emosi terus menyulut keadaan. Hingga koreksi dan kritikan bahwa taksi online tidak bayar pajak, memasang tarif lebih murah, dsb. Ada benarnya, dan diakui pemerintah. Ijin taxi online itu rupanya belum memiliki ijin resmi.

Ini juga, go-jek berbasic sistem online dipersoalkan pecinta konvensional. Persoalannya juga sama. Ada gesekan go-jek dengan o-pang. Berebut wilayah “rizki”. Sama juga dengan taxi online vs konvensional, berebut wilayah “rizki”. Kalau sudah urusan perut, masalah jadi berlarut-larut kalau dibiarkan. Kenyataan tersebut yang menjadi pe-er tambahan pemerintah untuk mencari solusinya. Mustahil bagi pemerintah menghentikan sistem online. Kalau sekedar memblokir sebuah website gampang. Bagaimana kalau muncul lagi website lainnya, sistem online bisa muncul lewat media sosial, aplikasi, dsb. Pemerintah berada pada posisi membuat regulasi. Taxi online tentu harus berbadan usaha yang resmi dan ikut aturan yang ada. Pemerintah mengawasi dan melakukan kontrol. Ada pelanggaran, langsung ada tindakan, ada sanksi, ada pembekuan usaha jika parah.

Mungkin kalau semua taxi menggunakan sistem online semua, demo juga bisa muncul. Bluebird online, express taxi online, silver bird online, lalu apa bedanya dengan uber dan grab? Ojek panggalan online, ojek lainnya juga online, apa bedanya dengan go-jek dan blue-jek? Ayam goreng kremes saja sekarang sudah online, jual barang bekas online. Bahkan kayu bongkaran proyek bangunan juga ditawarkan secara online. Apa bisa bertahan tanpa online? Apa mungkin bersaing hanya mengandalkan sistem konvensional? Bagaimana pun cara konvensional kalah cepat dengan sistem online.

Misalnya go-jek [maaf saya bukan promo go-jek], bukan sekedar melayani pengantaran orang, tetapi melayani pembelian barang. Dari rumah, konsumen go-jek yang sedang malas keluar rumah, cukup menghubungi go-jek untuk membelikan ayam tepung di KFC kah atau CFC kah, atau jenis lainnya. Dalam hitungan menit abang go-jek tiba di rumah, dan pemesan membayar tagihannya. Ini salah satu contoh begitu fleksibelnya sistem online. Apakah bisa sistem konvensional melawan sistem online?

Seseorang baru mendarat di bandara. Belum keluar terminal kedatangan dia membuka aplikasi taksi online. Tanpa bicara, dia hanya mengetik pesan untuk dijemput. Setelah itu datanglah taksi jemputan di area drop-off. Para sopir taksi konvensional hanya bisa mengatakan “taksi pak, taksi bu…” kepada tiap orang yang baru keluar ruang kedatangan di bandara. Ternyata orang yang ditawari taksi tadi sudah pesan lewat aplikasi online. Nyata kah ini? Siapa yang kalah? Adakah yang salah?

Warna Berpengaruh Besar Pada Eksistensi Design Di Tengah Konfigurasi Ruang Kota

Desain dipengaruhi oleh bermacam model bentuk, tekstur, jenis bahan dan warna. Semuanya memiliki peran membentuk karakter desain. Ada bentuk yang sederhana menjadi menarik karena ketepatan memilih warna. Untuk bangunan berlantai banyak, warna yang mengandalkan cat cukup riskan dan rentan. Musuh utama cat tembok adalah jamur dinding yang akan membuat kusam bangunan. Demikian juga partikel debu tranportasi lambat laun akan mengotori dinding bangunan. Akibatnya, bangunan berlantai banyak tadi setiap tahun memerlukan pemeliharaan. Alat-alat pembeliharaan bangunan menghiasi bangunan tiap tahun dan desain pun menjadi hilang.

Nah, jika ingin warna awet gunakanlah warna asli bahan atau material. Namun, perlu kecerdasan memilih warna material sebelum terpasang. Kombinasi warna yang tepat menghasilkan nilai desain yang bermutu, meskipun bentuk sederhana.

Sebuah bangunan multi fungsi di London, hasil karya Renzo Piano , merupakan contoh bangunan yang berhasil mengkombinasi warna dengan tepat sesuai keadaan lingkungan sekitarnya. Proyek ini dimulai tahun 2010 yang lalu.

stringio

Konsep yang dipersiapkan untuk lokasi untuk mentransformasikan sebuah bangunan tunggal yang berfungsi campuran seperti perkantoran, retail, restaurant dan hunian dan mengintegrasikannya dengan area sekitar.
Arsitek memilih situasi sekitar bangunan sebuah courtyard yang berada di tengah site, yang terhubung dengan akses publik dan lantai bawah public menuju jalan dan ruang sekelilingnya.

stringio situation of site

Kunci elemen dari pola yang ada ini adalah memperkenalkan aktivitas di dalam area ini, menyediakan fungsi campuran seperti retail, restauran perumahan yang berlangsung siang dan malam, serta membuat sebuah pengelolaan yang tepat dan kontrol lingkungan yang sesuai dengan pendekatan urban design berkaitan dengan unit retail, space dan jalur pedestrian.

stringio pedestrian

stringio pedestrian 2
Tiap sisi bangunan unik, berbeda ketinggian, orientasi, warna dan hubungan cahaya alamiah. Kaca, besi dan keramik merupakan elemen utama kulit bangunan. Tiap bidang keramik menggunakan posisi dan warna yang berbeda untuk merespon sekeliling bangunan.

stringio detil

Courtyard di tengah bangunan ini sangat mendukung aktivitas pengguna

stringio courtyard concept

Perhatikan coretan konsep arsitek. Bangunan sengaja dibuat berbeda pada masing-masing segmen, baik bentuk, warna maupun bahan.

stringio sketsa 2

stringio sketsa 1

Sumber : www.archdaily.com

Mobil Tabrak Tembok Pembatas Setelah Menuruni Ramp Area Parkir dan Terjun Bebas; Salah Siapa?

Berita seperti judul di atas telah terjadi berulang kali. Dini hari tadi di Depok Town Square (Detos) mobil Honda jazz terjun bebas dari ketinggian 9 meter lebih, setelah menabrak tembok parkir, 2 orang di dalamnya tewas. Kejadian serupa juga pernah terjadi. Pada bulan Mei 2007, di ITC Permata Hijau Jakarta Selatan, sebuah Honda jazz menuruni ramp parkir dan masuk ke jalur kendaraan naik, sehingga menabrak tembok pembatas dan terjun bebas dari ketinggian 20 m, 3 orang tewas. Honda Accord juga pernah terjun bebas dari parkir lantai 8, gedung Jamsostek Jakarta Selatan pada bulan Januari 2008, pengemudi tewas. Bulan Juli 2009 Suzuki Swift jatuh dari lanti 2 Hyper Mall Bekasi  setelah menabrak dinding pembatas gedung parkir. Bulan Juli 2012, Honda Jazz jatuh dari lantai tiga Gedung Honda Cakra Pengukir, pengemudi tewas. Januari 2016 yang lalu mobil box juga jatuh dari lantai 3 Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta. Menimpa pedagang, 1 orang tewas diduga pedagang pasar tersebut.

Muncul pertanyaan ini salah siapa? Mungkinkah salah si pengemudi saja? atau kah ada kesalahan konstruksi tembok pembatas yang tidak aman atau kah kesalahanan disain bangunan? Berikut uraian analisa sederhana beberapa kemungkinan siapa yang bersalah.

  1. Kesalahan Pengemudi

Pengemudi menjadi pelaku utama sebagai subyek yang paling bersalah. Kesalahan bisa disebabkan oleh kemampuan mengemudi yang sangat minim, rendahnya pengetahuan tentang rambu-rambu area parkir dan bisa juga permasalahan mekanik atau elektrik pada mobil itu sendiri. Untuk menuruni parkir dari beberapa lantai membutuhkan skill mengemudi yang handal. Pengemudi tentu saja harus ekstra hati-hati mengatur kecepatan mobil tanpa menginjak pedal gas dan kaki selalu waspada di posisi pedal rem. Jika mobil manual ada 3 pedal di area kakinya yaitu pedal kompling, rem dan gas. Mobil matic hanya 2 yaitu pedal gas dan rem. Lebih baik pelan asal selamat, dari pada bergaya pembalap tapi mendapatkan bala. Ini masalahnya menuruni gedung parkir bukan jalan umum. Human error merupakan faktor terbesar kesalahan mengemudi hingga mobil terjun bebas.

  1. Keamanan konstruksi bangunan

Tiap bangunan memiliki angka keamanan konstruksi, baik aman dari keambrukan, miring, retak juga aman terhadap pengguna bangunan. Pengendara adalah diantara sekian pengguna bangunan. Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sudah terlalu padat dan tidak memungkinkan lagi mengembangkan parkir secara horizontal. Penyelesaiannya harus secara vertikal. Gedung parkir adalah solusi menyelesaikan masalah lahan parkir. Mobil yang masuk ke dalam bangunan terhitung sebagai beban statis dan beban bergerak. Perhitungan konstruksi gedung parkir sudah memperhitungkan berapa ton beban statis dan dinamis tersebut. Umumnya yang diperhatikan adalah komponen konstruksi seperti kolom dan balok lantai besar flat lantainya. Mungkin saja komponen ini telah memenuhi syarat konstruksi. Apakah tembok pembatas memenuhi angka keamanan konstruksi. Mengingat, mobil sebagai benda bergerak yang suatu saat bisa menghantam tembok pembatas.

Mobil yang bergerak turun, menuruni ramp menghasilkan energi kinetik yang besar dan menjadi energi momentum. Berbeda dengan mobil naik. Logika ini bisa difahami sebagian besar orang. Jika energi momentum ini menghantam tembok bata saja sudah bisa dipastikan tembok langsung jebol. Energi momentum tadi tidak habis setelah menghantam tembok tetapi terus melaju yang menyebabkan mobil terjun bebas.

Peraturan Kepala Dinas P2B DKI Jakarta Nomor 50 Tahun 2007 tentang Pedoman Perencanaan Struktur dan Geoteknik, dinding penahan benturan harus berkekuatan 2,7 ton dengan tinggi 46 sentimeter dari lantai parkir. Perhitungan kekuatan konstruksi dinding ini merupakan hasil riset mendalam. Jika angka kekuatan tersebut terpenuhi, maka mobil yang menabrak tembok tidak terjun bebas keluar gedung. Mobil bisa saja penyok hancur, tetapi masih di dalam gedung. Kerusakan pada dinding penahan hanya retak atau pecah-pecah dan tidak sampai berhamburan jebol sedemikian rupa. Sesuai peraturan di atas tadi bahwa dinding mampu menahan kekuatan 2,7 ton, berarti kecil kemungkinannya dinding berupa pasangan batu bata. Kalaupun dengan batu bata tentu tipe pasangan hingga 3 batu, seperti ketebalan bangunan kolonila Belanda dulu. Apakah cocok pada dinding gedung modern menggunakan pasangan 3 batu? Tidak. Berarti penggantinya adalah dinding cor beton.

Anggaplah menggunakan dinding beton. Apakah menjamin keamanan konstruksi? Belum tentu. Bagaimana kualitas betonnya? Tulangan besi ada, tetapi ukuran besi terlalu kecil. Sebutan untuk besi 10 mestinya diameter besi benar-benar 10 mm, tetapi sekarang bisa dilihat di toko bangunan, besi 10 kalau diukur dengan sigma besi hanya 6-7 mm saja. Kemana 3 mm nya? Bentuk permainan para penjual bahan bangunan. Akibatnya,

  1. Design Bangunan

Hasil karya arsitek dilalui dengan penuh energi. Mempertimbangkan sekian banyak faktor agar terwujud bangunan yang memberikan rasa nyaman dan aman. Arsitek dituntut melakukannya dengan sempurna. Sedikit saja kesalahan bisa berakibat fatal. Berkaitan dengan jalur sirkulasi kendaraan di gedung parkir, tentu saja harus memperhatikan standar keleluasaan gerak mobil dan keamanannya. Perencanaan pola area parkir bukan perkara sederhana. Bukan sekedar berpikir supaya bisa menampung mobil secara maksimal, tetapi termasuk keamanan sirkulasi. Ruang gerak parkir yang terlalu sempit berpotensi menimbulkan benturan. Demikian juga ramp naik-turun yang terlalu curam cukup membahayakan. Ramp turun yang berhadapan secara frontal dengan tembok penahan/pembatas berpotensi menimbulkan tumbukan jika si pengemudi gagal mengendalikan mobil. Sebaiknya ramp turun tidak berhadapan langsung dengan tembok tersebut.

Desain ruang parkir yang menyebabkan kebingungan dari pengemudi juga termasuk kesalahan fatal. Meskipun simbol-simbol menjadi cara untuk memberikan informasi, namun konfigurasi ruang tetap memberikan pengaruh terbesar bagi pengguna area parkir mobil di lantai atas. Terlebih lagi yang memasuki area gedung parkir baru pertama kali, maka pengalaman ruangnya menjadi nihil. Kekeliruan menggunakan jalur keluar-masuk pun bisa berakibat fatal.

Model parkir menyudut 30 atau 45 derajat lebih aman dibanding tegak lurus dengan dinding pembatas. Sopir pemula, bisa saja keliru menginjak pedal gas sehingga awal dia starter mobil sudah terlanjur menginjak pedal gas terlalu dalam. Akibatnya akan menghantam apa saja yang ada di depannya atau di belakangnya, apakah itu tembok penahan ataukah mobil lainnya. Seandainya saja parkir menyudut, efek tumbukan ke tembok pembatas lebih aman dibandingkan menumbuk tembok secara frontal 90 derajat.

Sistem penerangan pun menjadi bagian penting mengarahkan sirkulasi mobil di dalam gedung parkir. Terlalu redup dan terlalu silau berefek pada mata pengemudi. Akibat fatalnya mengganggu konsentrasi hinga pengemudi pun kehilangan arah. Saat mengantuk kondisi semakin parah. Berbagai jenis lampu, seperti lampu TL, SL, downlight, halogen, bahkan pijar dapat dikombinasikan, tetapi dengan ilmu lighting yang tepat. Bagaimana kondisi siang hari? Pencahayaan siang hari cukup bagus dari alam, kecuali kondisi bangunan sangat tertutup. Namun, umumnya gedung parkir bersifat terbuka, sehingga cahaya alamiah sangat optimal.

Penggunaan warna dinding dan lantai pun turut berperan meminimalisir kecelakaan di dalam gedung parkir. Warna-warna kontras yang mudah ditangkap penglihatan manusia, dapat memberikan efek waspada dan berhati-hati. Sebaliknya warna kalem dan redup, seperti abu-abu dan coklat justru menimbulkan rasa kantuk dan jenuh.

Demikian sekelumit analisa yang penting diperhatikan dan dievaluasi, untuk menilai faktor-faktor terkait dengan seringnya kecelakaan mobil jatuh dari gedung parkir.

Arsitektur Bambu, Potensi Alam yang Menjanjikan

Arsitektur Bambu

Bambu sangat dikenal masyarakat kita dari desa hingga kota, yang miskin hingga kaya. Semua sepakat tentang potensi bambu. Namun, sayangnya ada yang tidak peduli dengan keberlanjutan bambu. Tidak terlihat upaya untuk membudidayakan bambu secara serius. Mungkin sebabnya bambu bisa tumbuh alamiah secara mudah.

Diantara potensi bambu adalah menjadi bahan arsitektur, bagian dari design yang memberikan nuansa alamiah. Selain itu, tanaman bambu dapat meredam panas terik matahari, sehingga iklim mikro menjadi nyaman.

Tanpa memperbanyak kalimat lagi, berikut saya sajikan gambar arsitektur bambu yang sangat bagus. Biarkan gambar yang “berbicara”

  

bambu di veitnam_naman-conference_night-view

bambu di veitnam_naman-conference_interior

bambu di vietnam_naman-conference_foyer

bambu di veitnam_naman-hay-hay-restaurant-bar

bambu di vietnam_naman-hay-hay-restaurant-bar_bamboo-structure

bambu di vietnam naman-beach-bar_night-view

bambu di veitnam_naman-hay-hay-restaurant_interior

bambu di veitnam_naman-conference_facade

sumber gamnbar: www.archdaily.com

Terang Langit, Merupakan Sumber Cahaya Alamiah yang Berlimpah Ruah

Meskipun pakar fisika bangunan berbeda pendapat tentang nilai kekuatan penerangan di ruang terbuka, tetap saja angka terkecil dari pendapat mereka 5000 lux merupakan nilai yang sangat kuat. Tidak ada lampu yang mampu menyamai kekuatan penerangan alamiah tersebut. Dalam perhitungan, pedoman yang dijadikan sumber cahaya adalah terang langit. Suatu keadaan langit bersih, biru tanpa awan, atau langit tertutup awan putih bersih. Rupanya 2 keadaan ini sebagai sumber cahaya alamiah yang bermanfaat bagi umat manusia di bumi. Subhanallah.

Lucu saja kalau ternyata ada yang menutup diri dari penerangan alamiah. Meminimalkan jendela sehingga ruang dalam bangunan menjadi gelap atau remang-2 di siang hari. Syarat kekuatan penerangan minimal 150 lux saja, padahal di luar sudah tersedia 5000 lux, tidak sampai 10% nya. Beda halnya dengan kondisi bangunan yang terhimpit di antara bangunan lain atau bangunan yang berdiri diatas kavling sempit, wajar jika mendapati problem pencahayaan alamiah. Itu pun masih bisa disiasati dengan memanfaatkan cahaya dari atas atap.

Ada tiga istilah seputar cahaya alamiah ini yang terkait dengan bangunan arsitektur yaitu skylight, atrium dan void. Bagi awam arsitektur perlu juga mengetahui definisinya. Skylight kalau diartikan secara harfiah artinya cahaya langit. Tapi makna dalam arsitektur adalah celah di tengah ruangan yang sengaja direncanakan untuk memasukkan cahaya alamiah atas masuk ke dalam bangunan.

Skylights artinya mirip dengan atrium. Namun atrium lebih mengarah kepada fungsi ruang dalam yang berfungsi sebagai hall menampung banyak pengguna. Bagian atasnya sengaja dipasang kaca agar cahaya dari atas bisa maksimal menembus ke dalam ruangan hingga ke lantai dasar. Terkadang atrium juga sebagai pengarah sirkulasi pengunjung di dalam fasilitas publik. Sepanjang sirkulasi yang berbentuk koridor, bagian atasnya juga demikian.

Void, artinya rongga. Yaitu lubang besar di dalam ruangan menerus ke atas hingga beberapa lantai. Dengan adanya void, orang yang berada di lantai dasar bisa melihat orang yang ada di lantai atas. Void lebih kepada fungsi view, dan tidak mutlak harus tersedia cahaya dari atas.

Ternyata Masih Banyak yang Menyangka Kata “Telegram” Sekarang Seperti “Telegram” Di Jaman Dulu

logo telegram waTelegram di jaman dulu, puluhan tahun yang lalu merupakan media komunikasi yang cukup diminati masyarakat berkirim pesan. Bagaimana tidak demikian, pada masa itu tidak ada HP, dan tidak ditemui warnet. Saat itu hanya ada 3 pilihan cara berkomunikasi yaitu surat, telegram dan telepon. Diantara ketiganya, telegram menjadi pilihan yang murah meriah dan cepat. Tarif dihitung per huruf dan spasi serta simbol. Kalau tidak salah ingat waktu itu tarif huruf Rp.150,-. Kalau rangkaian kalimat pesan yang dikirim 100 kata berarti total tariff Rp.1.500 + jumlah spasi dan simbol x Rp.150,-. Jadi kira-2 normal biaya telegram sekitar Rp. 2.000,-. Telegram hanya bisa dilayani di kantor PT. Telkom atau agen Telkom yang sangat jarang ditemukan saat itu.

Waktu dan peradaban telah berubah. Sekarang teknologi informasi telah menerobos ruang berpikir manusia masa lalu. Dahulu tidak terbayangkan sekarang jadi kenyataan yang mengherankan. Termasuk juga telegram. Telegram masa lalu berbeda dengan masa sekarang. Kalau masa sekarang sebutan telegram adalah aplikasi canggih penyampai pesan. Tapi ketenaran aplikasi telegram masih jauh di bawah aplikasi whatsapp (WA) yang juga sebagai aplikasi canggih penyampai pesan.

Awal kemunculannya, WA lebih dulu daripada telegram. Dalam perkembangannya WA diakuisisi oleh Facebook. Sementara, telegram terus berkembang dan semakin canggih. Banyak yang mengakui bahwa data yang tersimpan di telegram lebih aman dibandingkan dengan yang tersimpan di WA. Namun, dalam hal fungsi multi task, WA lebih mudah dibandingkan dengan telegram. Selanjutnya, telegram memiliki kelebihan lain yaitu kompatibel digunakan lewat PC atau laptop yang kemudian diikuti juga oleh WA. Cara penggunaan WA di PC atau laptop kurang fleksibel dibandingkan telegram. Sepertinya kedua aplikasi ini mengambil sisi keunggulan yang berbeda satu sama lain.

Dalam terobosan terbarunya, telegram yang semula hanya menyediakan 200 member (tidak seperti WA hanya 100), saat ini menyediakan lagi fasilitas hingga 1000 member dengan upgrade aplikasi dari telegram biasa ke telegram supergroup. Satu lagi yang juga telah membuat semakin antusias pengguna telegram yaitu kehadiran channel public telegram yang memungkinkan menampung pengikut yang tidak terhingga. Channel telegram ini bersifat 1 arah. Kategori member hanya bisa melihat dan membaca, tidak bisa berkomunikasi dengan admin di channel, sedangkan kategori admin bisa melihat siapa saja member yang mengikuti. Channel telegram seperti ini sifatnya seperti papan pengumuman atau broadcast yang ada di WA.

Ada yang sudah membuktikan bahwa telegram lebih ringan loadingnya dibandingkan WA, namun boros baterai. Sementara penggunaan WA rawan hang atau error kalau pesan yang masuk terlalu banyak, walaupun tetapi baterai lebih awet dibandingkan mengaktifkan telegram. Pesan yang masuk ke telegram tersimpan di cloud alias server di banyak negara, sedangkan pesan yang masuk WA tersimpan di perangkat masing-masing pengguna. Data yang masuk ke telegram di enskripsi sangat ketat sehingga aman. Pendiri telegram bahkan pernah membuat tantangan kepada siapa saja yang berhasil mengintip pesan telegram diantara 2 pendiri telegram dengan hadiah $200.000. Kemudian setelah itu mereka kembali membuka tantangan baru bagi siapa saja yang berhasil meng-crack enskripsi telegram dengan hadiah $ 300.000.

Masih ada lagi?

Ada. Kemampuan telegram dalam mengirimkan pesan hingga ukuran gyga, bahkan berbagai jenis file document dapat dikirim lewat telegram yang tidak dapat dikirim melalui WA. Dan lebih menarik lagi pengguna telegram dilayani secara gratis, berbeda dengan pengguna WA yang dikabarkan tahun 2016 mulai memasang tarif.

Kembali kepada judul di atas, kenyataan yang ada masih banyak yang belum mengenal aplikasi telegram. Setiap disebutkan kata telegram mereka menyangka guyonan masa lalu. Bahkan cenderung dianggap yang menyampaikan atau menyarankan pakai telegram generasi jadul atau gaptek. Padahal kecanggihan aplikasi telegram ini telah menyebabkan email mulai ditinggalkan penggunanya.

Tertarik menggunakan telegram ? silahkan download di google playstore

One Airport Square di Ghana (2015)

One Airport Square adalah bangunan multifungsi di kawasan airport di Ghana yang dirancang olehKarya Mario Cucinella Bandara Di Ghana Mario Cucinella dari Italia. Pekerjaan ini ditangani oleh team work dari berbagai disiplin ilmu.
Memiliki area komersial yang terletak di ground floor dan di dalam blok 10 lantai. Jika dilihat dari arah gurun tampak sekali bangunan ini sangat kontras dengan keadaan lingkungan perkotaan. Total luasnya 17.000 m2. Elemen estetik dan design terinspirasi seni tradisional lokal dan bentuk dari daun pohon palm/kurma sekitarnya, sebagai respon kedekatan dengan lingkungan dan menjadi solusi problem iklim.

Selimut bangunan merupakan elemen penentu yang memperlihatkan keterpaduan antara bentuk, struktur dan lingkungan. Bangunan adalah bentuk yang kompak, terdiri dari sebuah hall yang cukup luas berfungsi sebagai penyediaan pencahayaan dan ventilasi alamiah di dalam ruangan.
Bangunan juga terdiri dari struktur beton masif, dengan tiang yang riqid, sekaligus sebagai unsur dekorasi.

Karya Mario Cucinella Bandara Di Ghana elemen bangunan

One airport square ini merupakan bangunan pertama di Ghana yang menerima penghargaan bintang 4 dalam bidang design oleh Building Council of South Africa (GBCSA).
Seluruh elemen pada bangunan ini bertujuan menjadi design yang terpadu, menyeimbangkan antara arsitektural dan pertimbangan teknis dalam kaitannya dengan bangunan hemat energi dan mengoptimalkan pencahayaan alamiah. Teknologi termodern telah disesuaikan dengan keadaan tradisi lokal, menjadikang design sangat efisien. Semuanya itu menimbulkan ide baru tentang keindahan bahwa ekologi adalah keindahan.

Perhatikanlah gambar arsitektur di bawah ini

Bentuk denah tampak sangat organik dan tidak simetris, tetapi masalah struktur konstruksi dapat terselesaikan dengan baik. Bentuk seperti ini merupakan hasil dari proses design yang cukup panjang. Dari gambar potongan di samping ini, ada perbedaan kontras antara bagian depan bangunan dan dengan bagian belakannya. Bagian belakang seperti standar bangunan biasa untuk bangunan bertingkat, namun bagian depan memiliki tampilan yang agak berbeda. Gambar axonometri ini menjelaskan bagaimana bangungan ini memiliki nilai penting dari aspek fisika bangunan yaitu terkait dengan pencahayaan dan penghawaan alami yang masuk melalui atrium bangunan.

Karya Mario Cucinella Bandara Di Ghana denah

 

Karya Mario Cucinella Bandara Di Ghana tampak

 

Karya Mario Cucinella Bandara Di Ghana sistem ventilasi

Green Building Ternyata Juga Disukai Oleh Negara 4 Musim

Semula ada persepsi bahwa green building hanya di negara tropis, yang hanya mengenal 2 musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Di daerah tropis seperti negara kita, justeru panasnya yang lebih panjang dari pada dinginnya. Jadi wajarlah kalau perlu penerapan green building di daerah tropis.

Ternyata fakta yang berkembang membalik persepsi tadi. Nun jauh di sana, di Perancis negara yang memiliki 4 musim justeru menerapkan green building. Green building di Indonesia diterapkan untuk mengurangi efek panas dan juga untuk melakukan penghematan energi, sedangkan di sana tujuan penerapan juga terkait iklim. Saat panas tiba, bangunan bisa mendinginkan, sebaliknya saat dingin tiba bangunan dapat menghangatkan. Perlindungan dari panas dan efek lainnya dari musim salju diantisipasi dengan menerapkan teras atau balkon di sekeliling bangunan. Bahkan, tangga turut serta menjadi komponen pelindung artistik sekaligus memiliki nilai shelter.

Perhatikan pada gambar bagaimana keberadaan tangga yang sengaja di ekspos di luar. Bukan berarti di dalam tidak ada tangga. Saat musim dingin dan salju tangga otomatis tidak terpakai, sehingga tangga di dalam yang berfungsi. Perhatikan juga vegetasi yang ada di antara bidang atap dan dinding, itu bukan sekedar hiasan, tetapi sebagai penjaga stabilitas iklim mikro. Vegetasi juga menjadi komponen view yang menyehatkan mata.

green building di perancis perspektif

green building di perancis

green building di perancis balkon

Sumber : www.archdaily.com