Mengapa WTC Bisa Ambruk?

04

Apr

Mengapa WTC Bisa Ambruk?

wtc ambrukUntuk dapat membuat analisis menyeluruh mengenai alasan mengapa World Trade Center (WTC) bisa runtuh dalam waktu kurang lebih sepuluh detik, maka kita harus meninjau  hal ini dari dua segi: yaitu analisis mengenai struktur yang digunakan WTC dan analisis mengenai kemungkinan penyebab-penyebab runtuhnya WTC.

1. Analisis struktur World Trade Center

Gedung ini dirancang dan dibangun sekitar 30 tahun yang lalu sekitar tahun 1966-1973, oleh arsitek Minori Yamazaki dan oleh ahli struktur Jhon Skilling dan Leslie E. Robertson. WTC terdiri dari 110 tingkat dan 6 lapis basement. Terbagi menjadi dua gedung kembar, yaitu north tower setinggi 417m dan south tower 415m. Dimensi denah lantai tipikal adalah 63,5m x 63.5m, dimensi kolomnya 24m x 42m, jarak per lantainya adalah 3,66 tipikal.

Strukturnya menggunakan struktur baja dengan lantai komposit dengan beton ringan. Menggunakan viscoelastic shock absorbers yang dipasang antara balok-balok lantai dan kolom-kolom perimeter. Pondasinya berada pada lapisan batuan dengan kedalaman 22,5m, daya dukungnya sebesar 39 kg/cm2.

Sistem strukturnya menggunakan struktur rangka tabung frame tube system, sebagai equivalent hollow tube. Struktur ini ekonomis dengan keamanan yang tinggi khususnya untuk bangunan tinggi dengan memperhitungkan beban lateral (angin dan gempa). Sistem tabung ini akan bekerja dengan baik jika dinding-dindingnya merupakan dinding kaku sebagai struktur yang menahan gaya lateral tadi. Namun tetap harus dikombinasikan dengan struktur lantai kaku sebagai rigid diaphragm.

Struktur dinding kaku tersebut diwakili oleh kolom-kolom perimeter yang rapat dan diikat oleh balok tepi yang tinggi (deep spandrel beam). Sistem ini dapat mengakomodasi jendela-jendela pada lubang-lubang diantara kolom-kolom perimater. Bentuk kolom perimeter tersebut berbentuk box dengan dimensi 450mm x 450mm, jarak antar kolomnya 1.020mm, dengan jarak spandrel setinggi 1.320mm pada lantai bawah. Setiap kelompok terdiri dari tiga kolom, berubah menjadi kolom-kolom tunggal box berdimensi 800mm x 800mm.

Rangka tabung tadi dihubungkan dengan rangka kaku rigid conection, sehingga terbentuk struktur rangka tabung, yang bersifat laterally and torsionally rigid frame tube. Struktur tabung ini lebih diutamakan untuk beban-beban lateral, sedangkan core dan kolom interiornya untuk menahan beban gravitasi. Hal ini berbeda dengan bangunan yang tidak terlalu tinggi dimana core sebagai penahan beban lateral. Kesimpulannya adalah sistem struktur berubah seiring ketinggian bangunan. Karena untuk bangunan yang sangat tinggi perencanaannya didominasi oleh beban lateral seperti angin dan gempa. Dan gedung WTC ini dirancang untuk menahan beban angin sebesar 220 kg/m2.

2. Kemungkinan Penyebab-penyebab Keruntuhan WTC

Setelah dianalisis dari segi struktur, diketahui  bahwa WTC memiliki sistem struktur tabung dalam tabung (core) dimana core tersebut dirancang untuk menahan gaya gravitasi, berbeda dengan core pada bangunan pada umumnya yang dirancang untuk menahan gaya lateral seperti hembusan angin, gempa dan sebagainya. Oleh karena itu ketika pesawat menabrak WTC, maka yang seharusnya runtuh adalah plat-plat lantainya saja, sedangkan corenya tetap berdiri. Tetapi  yang terjadi adalah core beserta plat lantainya runtuh bersamaan dan langsung rata dengan tanah hanya dalam 10 detik. Dalam ilmu fisika saja ketika ada sebuah bola dijatuhkan dari atas gedung WTC tersebut maka bola tersebut akan jatuh ke tanah dalam hitungan 8-10 detik, bagaimana mungkin sebuah bangunan sebesar WTC yang didukung dengan system mega struktur akan runtuh dalam seketika ketika ditabrak oleh sebuah pesawat saja.

Dalam hal ini, pihak pemerintah Amerika menyebutkan bahwa kebakaran yang terjadi akibat tabrakan pesawatlah yang  menyebabkan runtuhnya WTC hingga ke dasar.    Padahal dalam sebuah situs di tuliskan “Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”. Api yang dihasilkan oleh ledakan pesawat sekalipun tidak akan menghasilkan panas yang akan bisa melelehkan struktur baja core dari WTC yang berukuran besar. Argumentasi lainnya, dalam situs yang sama disebutkan untuk melelehkan struktur baja dari core ini diperlukan api dengan temperatur mendekati 5.000 derajat Fahrenheit, sementara barang-barang kantor dan bahan bakar pesawat yang terbakar tidak bisa mencapai suhu sepanas itu.

Dari sini kita dapat berasumsi bahwa ada kemungkinan dan hal lain yang menyebabkan melelehnya baja dan ambruknya WTC tersebut. Dalam hal ini Dr. Steven Jones, Professor Fisika New York University, mengatakan bahwa melalui analisis dengan meggunakan mikroskop elektron terhadap lelehan baja dan kandungan logam dalam debu dari gedung WTC,  Dr Jones menemukan bahwa terdapat bukti yang pasti, bahwa bukan hanya terdapat campuran peledak “Thermite” di dalamnya, tetapi juga terdapat komponen sulfur/belerang yang tinggi pada sisa reruntuhan bangunan. Thermate-adalah sebuah merek paten dari bahan Thermite yang digunakan dalam industri demolisi.

Dari para saksi mata dan korban yang berada di tempat kejadian sempat mendengar suara ledakan dari basement sebelum pesawat menabrak dan suara ledakan dari dalam bangunan sesudah pesawat menabrak. Kemungkinan besar dan dari berbagai info yang didapatkan dari internet bahwa melelehnya baja dan runtuhnya bangunan dalam hitungan detik disebabkan karena dipasangnya bom-bom di dalam bangunan.

Maka dari hasil analisis kami dari segi ilmiah tadi justru menimbulkan pertanyaan baru yang berada diluar objek analisa kami: Mengapa bom yang jumlahnya banyak bisa ada di dalam bangunanan dan tidak terdeteksi oleh pihak keamanan WTC, padahal WTC adalah bangunan kebanggaan Amerika yang tentunya memiliki tingkat keamanan yang tinggi?

Dikirimkan oleh : mahasiswa arsitektur UNLAM Banjarmasin [ Vicka S. Anungkarisma, Rizka Kurnia Utami, Reny Revariah, Fath Kurniati, Noor Ridha Arman, Noor Khoerena Izzatina, Adiyanti Gufita Dewi, dan Sarniah]

61 thoughts on - Mengapa WTC Bisa Ambruk?

  • Adhie Samaya
    Reply Sep 11, 2017 at 5:40 pm

    Analisa saya ada bom diatas pesawat.ketika pesawat menabrak gedung ,pesawatnya ikut meledak bersamaan dgn bom.ketika panas tiang kolom baja meleleh terjadi deformasi secara merata.walaupun persegmen tiang kolom baja memakai baut tetapi ketika dilas, titik leleh akan merambat hingga ke dasar bangunan.perbedaan ketika menggunakan pemutusan tulangan.titik leleh pada temperatur tertentu akan habis hanya sebatas ujung tulangan. Thx

  • Neti Fatwati
    Reply Apr 23, 2017 at 5:08 pm

    Keruntuhan disebabkan oleh kombinasi melelehnya dinding aluminium akibat suhu panas yang luar biasa ditambah semburan air dari alat-alat pemadam kebakaran otomatis di setiap ruangan. Itulah yang menyebabkan ledakan yang menghancurkan konstruksi bangunan.

    Laporan harian itu berdasarkan hasil penelitian Christian Simensen, seorang ilmuwan Norwegia, yang disampaikan dalam sebuah kongres teknologi di San Diego, Amerika Serikat. Simensen bekerja di sebuah lembaga penelitian Norwegia, Sintef.

    Simensen mengambil contoh percobaan yang dilakukan oleh pabrik aluminium Alcoa beberapa tahun lalu. Para ilmuwan mencampur 20 kilogram aluminium yang meleleh dengan 20 liter air. Serta merta, timbul ledakan dahsyat yang menghancurkan ruangan laboratorium dan membuat lubang selebar 30 meter. Kandungan aluminium kedua pesawat yang menghantam kedua gedung World Trade Centre New York mencapai 30 ton.

    Teori Simensen cocok dengan keterangan saksi mata yang mendengar ledakan dahsyat saat kedua gedung pencakar langit World Trade Centre runtuh. Ledakan hebat tersebut sampai menimbulkan tuduhan bahwa kedua gedung itu sengaja diledakkan oleh aparat keamanan Amerika.

    Menurut Spits, selama sepuluh tahun, Pemerintah Amerika Serikat melakukan berbagai penelitian mengenai penyebab runtuhnya kedua gedung pencakar langit itu.
    Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2011/09/23/02544963/Inilah.Teori.Baru.Runtuhnya.WTC

  • AHMAD SYARIF
    Reply Apr 23, 2017 at 4:24 pm

    Pada gedung wtc new york menggunakan kolom2 perimeter baja berbentuk box. Pda lantai bawah setiap kelompok yg terdiri dari 3 kolom berubah menjadi kolom2 tunggal box.
    Seluruh rangka tabung dihubungkan dengan sambungan kaku (rigid conection).
    Tavung tersebut bersifat memiliki drajat hiperstatis yg tinggi, struktur tabung tersebut lebih diutamakan dalam menampung beban2 lateral.
    Sedang core dan kolom interior nya lebih diutamakan dlm menampung beban gravitasi.
    Serangan pesawat tidak menumbuk langsung secara frontal tegak lurus bangunan, tapi cenderung arah diagonal dan pada daerah agak kesudut bangunan.
    Saat terjadi ledakan serta kebakaran tersebut, terlihat 7 smpai 10 lantai yg langsung menderita kerusakan, dimana runtuhan lantai dan facade nya berhamburan. (Sumber http://www.ilmusipil.com)
    Runtuhnya gedung tersebut seperti rumor yg saya dengar adalah karena ada beberapa titik bagian penyangga gedung yg di ledakan. Segingga runtuh secara serentak ke bawah.

  • Sofia Alvisyahrina
    Reply Apr 23, 2017 at 3:40 pm

    NIST menyatakan tidak ada ledakan yg terjadi. Namun ada saksi yang mengatakan seperti adanya ledakan. Dan tidak ada bukti yang nyata. Ini adalah kesalahan struktural.
    Bahkan tim yang menginvestigasi ambruknya WTC ini melaporkan bahwa bukti telah dimusnahkan.
    Yang patut dicurigai adalah mengapa pemerintah dengan cepat mendaur ulang baja dari WTC dan para media hanya bungkam? (www.wtc7.net)

    Kalau menurut saya WTC tidak salah dalam struktural. Ledakan itulah yang menjadi salah satu penyebab ambrukny WTC.

  • Irvan
    Reply Apr 23, 2017 at 3:26 pm

    Sebab runtuhnya Gedung WTC
    Menurut Prof Jones “Fakta sebenarnya, tampaknya ada bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya pada tiga gedung di Ground Zero itu,” ujar ilmuwan yang mengambil spesialisasi metal-catalysed fussion, archaeometeri dan solar enegy tersebut. Sebelum dan sesudah peristiwa WTC belum pernah ada gedung berkerangka baja yang hancur total karena kebakaran. Namun bahan peledak dapat dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” Keyakinan para ahli itu juga didorong oleh fakta runtuhnya gedung WTC7 berselang beberapa jam berikutnya tanpa sebab yang jelas, sangat dimungkinkan peledakan bom penyebabnya.Para ahli yang megadakan pertemuan di RyersonUniversity Toronto, Canada, bahkan mengambil kesimpulan ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.

    Sumber : https://m.kaskus.co.id/thread/5107ce5e8327cf3d0500000e/misteri-runtuhnya-gedung-world-trade-center-wtc/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1549417841

    Dari literatur-literatur lain yang saya baca juga demikian sangat banyak kejanggalan kejanggalan yang terjadi pada runtuhnya Gedung WTC ini, dan menurut saya sendiri Gedung ini runtuh akibat Bom ,bahan peledak dan juga karena kesengajaan peruntuhan gedung WTC tersebut

  • Muhammad Rifky Faisal Subhan
    Reply Apr 23, 2017 at 3:18 pm

    Stephen D. Chastain disuruh untuk mengomentari salah satu foto dari WTC, dan foto tersebut memperlihatkan adanya aliran cair yang keluar dari salah satu jendela. Dan aliran tersebut jatuh disepanjang gedung dan memperlihatkan warna oranye sampai berubah menjadi warna abu abu karena mendingin. Apakah ini aliran baja atau aliran aluminium?

    Dia berasumsi bahwa aliran cair tersebut dari aluminium pesawat terbang dan warna aluminium cair adalah perak tapi kenapa warnanya oranye. Dan setelah diteliti lagi, dia berasumsi lagi bahwa tidak hanya dari aliran cair aluminium dan aluminium oksida, tapi juga dari mencairnya kaca jendela, serta bara dari sampah yang terlewati aluminium tersebut, dan semuanya itu tercampur, sehingga aliran tersebut menjadi warna oranye.

    Sumber:
    http://www.debunking911.com/moltensteel.htm

  • Rifda Ulvia
    Reply Apr 23, 2017 at 3:07 pm

    The World Trade Center towers “were indeed designed to withstand the impact of a large commercial aircraft,” wrote Professors Oral Buyukozturk and Franz-Josef Ulm of the Department of Civil and Environmental Engineering. “They were not, however, designed to withstand the prolonged effect of fire resulting from a bomb in the guise of a fully fueled aircraft.” As a result, “a building designed to rocket toward the sky, imploded into the ground.”

    “There was no way in the world that the columns below could have taken this large overload, and as these failed in turn and collapsed, a domino-effect down the building ensued.”

    Toward a solution?

    The key to decreasing our vulnerability in this new environment is built-in redundancy at the structural and municipal levels, say Buyukozturk and Ulm. If one system fails, another will stand. Indeed, “it appears that structural redundancy made the World Trade Center towers initially withstand both the impact of the aircrafts and the following explosion.”

    On a structural level, the professors suggest extending this principle of redundancy to areas such as fireproofing, evacuation planning, and fire-fighter operations. For example, a new generation of extremely heat-resistant composite materials could be applied to critical structural components. “This would increase the time of dimensional stability of the structural components, thus increasing the time for evacuation.”

    Redundancies in escape routes may be needed “if for no other reason than to allay the concerns of people whose fear of a similar tragedy will persist for years to come,” said Kausel.

    “I, for one, would not wish to live or work in a mousetrap with insufficient escape routes.”

    The full essay by Buyukozturk and Ulm is at http://web.mit.edu/newsoffice/nr/2001/skyscrapers.html. The essay by Kausel (PDF file) is at http://web.mit.edu/newsoffice/nr/2001/skyscrapers.pdf.

  • Putri Indrayanti Fajrin
    Reply Apr 23, 2017 at 2:43 pm

    1. Penyebab gedung WTC ini ambruk memang bukan karena melelehnya struktur baja karena kebakaran. Karena memang belum ada bangunan berstruktur baja yang ambruk hanya karena kobaran api (Menurut Prof Dr Morgan Reymonds, guru besar pada Texas University, USA).
    2. Pendapat lain datang dari Profesor Steven E. Jones dari Brigham Young University, Utah, mengatakan “tampaknya ada bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya pada tiga gedung di Ground Zero itu. Sebelum dan sesudah peristiwa WTC belum pernah ada gedung berkerangka baja yang hancur total karena kebakaran. Namun bahan peledak dapat dengan efektif memotong tiang-tiang baja.” Keyakinan para ahli itu juga didorong oleh fakta runtuhnya gedung WTC7 berselang beberapa jam berikutnya tanpa sebab yang jelas, sangat dimungkinkan peledakan bom penyebabnya.
    3. Rubuhnya menara kembar tersebut sebenarnya dilakukan dengan sengaja, yakni dengan menggunakan peledak yang disetting dengan timer. Peledakan menara kembar dilakukan secara vertikal oleh petugas pemadam agar tidak berdampak pada gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekelilingnya.

  • Ade Rahmawati
    Reply Apr 23, 2017 at 2:37 pm

    Untuk bangunan semegah WTC yang dirancang dengan sistem struktur yang sudah diperhitungkan tidak memungkinkan roboh hanya karena ditabrak pesawat dan hanya dalam hitungan detik rata dengan tanah.
    Menurut dari sumber-sumber yang menuliskan memang ada kemungkinan bom yang diletakkan didalam bangunan untuk menghancurkan struktur-struktur baja dengan cepat.

  • rusmilawati
    Reply Apr 23, 2017 at 2:07 pm

    tragedy
    runtuhnya gedung pencakar langit
    WTC 11 September 2011.
    Menara kembar tersebut didesign
    menggunakan baja ringan, sebuah
    inti pusat, dan sebuah design peti
    telur yang menyebabkan struktur
    memiliki kelebihan beban.
    Selain itu, tiap menara didesign
    untuk menahan beban dari tiupan
    angin seberat 5000ton lateral.
    Dinyatakan bahwa 90 ribu galon
    bahan bakar jet yang yang
    membakar struktur baja yang
    membuat gumpalan asap hitam
    diatas langit New York, Api tersebut
    tidak melelehkan struktur baja
    namun hanya melemahkan kekuatan
    mereka.Meskipun kekuatan fondasi
    bangunan telah berkurang 50 persen
    namun kolom kolom penyangga
    masih mampu untuk menahan beban
    bangunan, Masalah nyata dari kasus
    ini adalah panas api yang tidak
    merata mendistorsi baja disalah
    satu sisi gedung pencakar langit
    tersebut.Akibat tekanan yang terlalu
    banyak akhirnya lantai menjadi
    lemas dan seperti efek domino
    gedung runtuh mulai dari lantai
    paling atas secara simultan hingga
    kelantai dibawahnya.
    Tiap-tiap menara memiliki berat
    500.000 ton, dan hanya butuh 10
    detik untuk bangunan besar runtuh
    dengan kecepatan 124 mph saat
    menghantam tanah, terlepas dari
    tidak adanya kesalahan dalam
    sistem design dan struktur
    bangunan, para ahli terus
    mempelajari konsep bangunan untuk
    menghindari beban berlebih dan
    keruntuhan yang progresif serta
    yang paling penting adalah prosedur
    evakuasi, keselamatan bangunan
    dan pembangunan dalam skala
    hemat.
    sumber: life-a-big-mystery.blogspot.com/2012/09/top-10-runtuhnya-gedung-terburuk-dalam.html?m=1

  • Irvanur Razaq Dwi Putra
    Reply Apr 23, 2017 at 1:50 pm

    Jadi dari informasi yang saya dapatkan, dinyatakan bahwa 90 ribu galon bahan bakar jet yang yang membakar struktur baja yang membuat gumpalan asap hitam diatas langit New York, api tersebut tidak melelehkan struktur baja namun hanya melemahkan kekuatan mereka. Meskipun kekuatan pondasi bangunan telah berkurang 50 persen, namun kolom-kolom penyangga masih mampu untuk menahan beban bangunan. Masalah nyata dari kasus ini adalah panas api yang tidak merata mendistorsi baja disalah satu sisi gedung pencakar langit tersebut. Akibat tekanan yang terlalu banyak akhirnya lantai menjadi lemas dan seperti efek domino gedung runtuh mulai dari lantai paling atas secara simultan hingga kelantai dibawahnya.
    Tiap-tiap menara memiliki berat 500.000 ton, dan hanya butuh 10 detik untuk bangunan besar runtuh dengan kecepatan 124 mph saat menghantam tanah, terlepas dari tidak adanya kesalahan dalam sistem design dan struktur bangunan, para ahli terus mempelajari konsep bangunan untuk menghindari beban berlebih dan keruntuhan yang progresif serta yang paling penting adalah prosedur evakuasi, keselamatan bangunan dan pembangunan dalam skala hemat.

  • Ronaa Nisriinaa Suri
    Reply Apr 23, 2017 at 1:26 pm

    Setelah membaca artikel diatas saya dapat simpulkan struktur yang digunakan dalam gedung wtc ialah core selaku inti bangunan, dengan tambahan struktur tabung pada fasade bangunan yang berfungsi sebagai penepis angin pada gedung bangunan tinggi, ada pula struktur kolom dan balok perimeter sebagai pengikat struktur. Material baja ringan banyak digunakan dalam pembangunan gedung wtc. Dengan struktur dan material yang sedemikian rupa apakah mungkin hanya dengan tertabrak pesawat dapat meruntuhkan gedung hanya dalam 10 detik. Hal tersebut kurang dapat saya tangkap. Mana mungkin hanya dengan 10 detik gedung dengan struktur sedemikian rupa dapat rubuh. Saya akan percaya apabila ada keterkaitan aksi bom dalam hal tersebut. Perletakan bom mungkin terdapat pada bagian bagian struktur kolom, balok dan core yang mengakibatkan cepatnya bangunan tersebut runtuh.

  • Ajeng Meilifa
    Reply Apr 23, 2017 at 1:25 pm

    Kejadian runtuhnya gedung WTC ini adalah hal yang sangat disayangkan bisa terjadi. Banyak orang tidak bersalah yang menjadi korban pada kejadian ini. Namun apakah yang menjadi penyebab dari runtuhnya gedung WTC ini? Mengapa gedung yang menjulang itu roboh secara terjun bebas (freefall) tanpa adanya daya dorong beton dan baja tebal dibawahnya?

    Jika dilihat sekilas penyebab runtuhnya gedung WTC adalah karena ditabrak oleh pesawat. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa runtuhnya gedung WTC adalah karena kebakaran.

    Profesor Steven E. Jones dari Universitas Brigham Young menyarankan agar adanya investigasi pada penyebab runtuhnya gedung WTC karena kejadian ini tidak mungkin terjadi jika hanya tertabrak oleh pesawat berbahan alumunium ataupun kebakaran, tapi bahan peledak yang sudah lebih dulu ditempatkan didalam gedung secara vertikal agar dampaknya tidak terlalu berpengaruh pada gedung disekitrnya. Pada puing dan lelehan logam, ditemukan reaksi suhu tinggi dari bahan ledakan yaitu Thermite.

    Thermite adalah komposisi pyrotechnic dari bubuk logam dan logam oksida yang dapat menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi bernama reaksi thermite. Dengan menggunakan thermite, maka besi atau baja dapat terbakar dan meleleh dengan cepat seperti mentega yang dipotong. Hal yang dihasilkan oleh pembakaran thermite adalah asap berwarna putih, lelehan pijar api dan percikan api. Uniknya, semua itu muncul ketika sebelum dan sesudah WTC ditabrak oleh pesawat.
    Selain penggunaan thermite, Jones juga mengemukakan teori lainnya yaitu pemotongan beberapa batang besi baja penyangga gedung di bagian bawah dan pemakaian bom.

    Jadi disini saya percaya bahwa runtuhnya gedung WTC adalah sebuah konspirasi dari Amerika yang penyebab nya adalah bahan peledak seperti disebutkan diatas.

  • Abdurrahman Alarif
    Reply Apr 23, 2017 at 1:11 pm

    jadi runtuhnya wtc bukan hnya sekedar karena di tabrak oleh pesawat namun sisi lain bisa menyimpulkan bahwa bangunan tersebut seolah2 ada yang telah merencanakan untuk meruntuhkannya . Didapati sebuah foto kolom pada bangunan wtc setelah hancur, nampak potongannya rapi, seperti seolah2 dipotong untuk memperlancar penfhancuran bangunan tersebut, namun kebenarannya masih diragukan

  • IRWAN TUBARA
    Reply Apr 23, 2017 at 1:09 pm

    Sudah jelas jika gedung wtc ambruk karena bahan peledak yang sengaja dipasang .. Amerika bisa saja berkoar sesuka mereka dan mengatakan ini tindakan terorisme .. Tapi kita bukan orang bodoh yang akan percaya pada bualan yang tak masuk akal … Mereka seakan ingin membuat dunia memusuhi Islam … Entah apa maksud mereka… Tapi ingat satu hal , ISLAM TIDAK TAKUT ….

  • maya milianti
    Reply Apr 23, 2017 at 12:55 pm

    Dari informasi yang saya dapat, awalnya muncul klaim bahwa penyebab rubuhnya menara kembar WTC adalah karena kebakaran yang melanda kedua gedung tersebut. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar, karena api yang membakar gedung WTC tidak mampu melelehkan baja yang menjadi kerangka gedung tersebut.

    Rubuhnya menara kembar tersebut sebenarnya dilakukan dengan sengaja, yakni dengan menggunakan peledak yang disetting dengan timer. Peledakan menara kembar dilakukan secara vertikal oleh petugas pemadam agar tidak berdampak pada gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekelilingnya.

  • Nurfena Afefah
    Reply Apr 23, 2017 at 12:29 pm

    Menurut Richard Gage, seorang arsitek yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang konstruksi serta telah berkecimpung dalam banyak proyek perancangan bangunan anti-api dan anggota dari Institusi Arsitek Amerika,[93] mendirikan organisasi Architect and Engineer For 911 Truth (Arsitek dan Teknisi Untuk Kebenaran 911) yang berisikan ratusan artsitek dan teknisi berpengalaman di bidangnya. Mereka mengeluarkan pernyataan yang menyangkal pernyataan Komisi 9/11 yang menyatakan bahwa gedung WTC 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hancur akibat ledakan yang disebabkan oleh tabrakan dan penyebaran avtur dari penerbangan 11 dan 175. Para arsitek yang tergabung dalam organisasi tersebut menyatakan bahwa mereka mencurigai adanya perubuhan terkontroldengan bahan peledak yang menjadi penyebab runtuhnya menara 1, 2 dan terutama runtuhnya menara 7 setelah berbagai penyelidikan terhadap rekaman video dan analisis lapangan yang menurut mereka sangat tidak wajar dan tak dapat diterima secara ilmu pengetahuan apabila menara 7 yang terletak jauh dari menara Utara dan Selatan rata dengan tanah.

    Sedangkan menurut
    Detik.com menulis bukan kebakaran yang menjadi penyebab utama Menara Kembar rubuh. Awalnya muncul klaim bahwa penyebab rubuhnya menara kembar WTC adalah karena kebakaran yang melanda kedua gedung tersebut. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar, karena api yang membakar gedung WTC tidak mampu melelehkan baja yang menjadi kerangka gedung tersebut.

    Rubuhnya menara kembar tersebut sebenarnya dilakukan dengan sengaja, yakni dengan menggunakan peledak yang disetting dengan timer. Peledakan menara kembar dilakukan secara vertikal oleh petugas pemadam agar tidak berdampak pada gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekelilingnya

    Pesawat American Airlines menghantam menara utara WTC pada sekitar lantai 80, sementara Pesawat United Airlines menghantam menara selatan pada sekitar lantai 60.
    Jadi kesimpulannya menurut saya dari berbagai sumber yang sudah saya dapat ,berarti menara wtc ini runtuh dikarenakan penyerangan yang disengaja oleh sekutu-sekutu.

  • Annisa Intan Puteri
    Reply Apr 23, 2017 at 12:04 pm

    Menurut saya, gedung World Trade Center (WTC) dengan struktur kokoh yang sudah dirancang dan diperhitungkan sedemikian rupa TIDAK MUNGKIN ROBOH SECARA KESELURUHAN hanya karena tumbukan sebuah pesawat, kalaupun ada yang roboh, itu hanyalah sebagian kolom-kolom pada bangunan. Artinya, beban kejut dari tumbukan pesawat tadi masih belum melampaui batas maksimal beban struktur bangunan.

    Ini dapat dibuktikan dengan bangunan yang tidak langsung runtuh begitu dihantam oleh pesawat. Ada selang waktu antara tumbukan pesawat dan waktu runtuh.

    North Tower (waktu runtuh +/- 1 jam 50 menit)
    South Tower (+/- 1 jam)

    Dalam jeda waktu tersebut, saya pikir sebuah ledakan dan kebakaran yang dahsyat pada bagian bawah bangunan menjadi pemicu utama runtuhnya bangunan tersebut. Entah berasal dari bom atau bahan bakar pesawat, yang jelas panas api diperkirakan mencapai 1000°C lebih, sedangkan, menurut beberapa penelitian (www.ilmusipil.com), baja mulai mengalami efek tekuk pada suhu 550°C dan meleleh pada suhu 1426°C.

    Antisipasi kebakaran hanya direncanakan selama 3 jam (suhu maks. 500°C) Dengan begitu, dapat ditarik sebuah kesimpulan, bahwa struktur bagian bawah bangunan tidak dapat bertahan lama seperti yang direncanakan. Dan dalam kurun waktu tersebut, struktur mengalami kerusakan dan mengakibatkan kolom-kolom menekuk dan kehilangan stabilitas untuk menahan beban bagian atas bangunan yang masih berdiri tegak. Hingga akhirnya Gedung WTC runtuh, rata dengan permukaan tanah hanya dalam waktu +/- 10 detik.

  • Hesti Dwi Astuti
    Reply Apr 23, 2017 at 11:27 am

    Menurut saya runtuhnya gedung wtc ini disengaja, karena memang gedung ini sudah diincar lama untuk di hancurkan. Perancangan gedung ini memakan waktu cukup lama jadi tidak mungkin mengahacurkannya hanya dengan pesawat, menurut beberapa sumber sebelumnya sudah ada bagian bagian kolom yang sudah di potong, dan meletakan bahan peledak di beberapa titik bangunan dan bahan peledak tersebut dengan efektif memotong tiang tiang baja gedung tersebut
    http://tutorial.caradaftar.web.id/teka-teki-di-balik-runtuhnya-wtc/
    http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764

  • Hesti Dwi Astuti
    Reply Apr 23, 2017 at 11:25 am

    Comment Menurut saya runtuhnya gedung wtc ini disengaja, karena memang gedung ini sudah diincar lama untuk di hancurkan. Perancangan gedung ini memakan waktu cukup lama jadi tidak mungkin mengahacurkannya hanya dengan pesawat, menurut beberapa sumber sebelumnya sudah ada bagian bagian kolom yang sudah di potong, dan meletakan bahan peledak di beberapa titik bangunan dan bahan peledak tersebut dengan efektif memotong tiang tiang baja gedung tersebut
    http://tutorial.caradaftar.web.id/teka-teki-di-balik-runtuhnya-wtc/
    http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764

  • Prananda Ristyani Fadillah
    Reply Apr 23, 2017 at 10:03 am

    Yang saya dapatkan dari info yang lain,NIST berkesimpulan bahwa percikan api yang ada di gedung WTC itu berasal dari alumunium badan pesawat yang menabrak Menara Kembar. Alumunium itu, menurut NIST, bercampur dengan material organik. Namun, pelbagai percobaan membuktikan sebaliknya. Bila simpulan NIST itu sahih, percikan api seharusnya berwarna perak, bukan oranye.

    Para peneliti menegaskan, warna oranye itu diduga kuat berasal dari baja panas yang meleleh akibat bereaksi dengan thermite. Bahkan, di bekas reruntuhan WTC ditemukan sejumlah material yang terpapar thermite berukuran nano yang belum sempat bereaksi.

    Dalam mekanisme penghancuran bangunan pencakar langit, thermite merupakan bahan peledak yang biasa dipakai. Sebagai perbandingan, pada 1935, Menara Sky Ride setinggi 191 meter di Chicago, AS, diruntuhkan dengan menggunakan 680 kilogram thermite dan 58 kilogram dinamit.

  • Ratu Lukitasari Ramadini
    Reply Apr 23, 2017 at 9:52 am

    Commentambruknya WTC ini lebih seperti efek domino. Hampir setiap bangunan besar memiliki desain berlebihan yang memungkinkan hilangnya salah satu anggota struktur utama, seperti kolom. Namun, ketika beberapa bagian gagal, beban bergeser pada akhirnya terjadi tegangan yang berdekatan dan keruntuhan terjadi seperti deretan domino jatuh ke bawah.

    Desain tabung perimeter WTC sangat redundan. Ini bertahan dari hilangnya beberapa kolom eksterior karena dampak pesawat, namun kebakaran selanjutnya menyebabkan kegagalan baja lainnya. Banyak insinyur struktural percaya bahwa titik lemah – faktor pembatas pada kebutuhan perancangan – adalah klip sudut yang menahan balok lantai di antara kolom di dinding perimeter dan struktur inti.

    Sebagai balok di satu atau dua lantai yang paling banyak terbakar memberi jalan dan kolom luar kotak mulai membungkuk ke luar, lantai di atasnya juga jatuh. Lantai di bawah tidak dapat mendukung sekitar.
    Ini memulai efek domino yang menyebabkan bangunan runtuh dalam waktu sepuluh detik, menabrak bagian bawah dengan perkiraan kecepatan 200 km per jam. Jika jatuh bebas, tanpa pengekangan, keruntuhan hanya akan memakan waktu delapan detik dan akan berdampak pada 300 km / jam. Telah disarankan bahwa beruntung WTC tidak mengarah ke bangunan lain yang mengelilingi daerah. Ada beberapa poin yang harus dibuat. Pertama, bangunannya tidak padat; Ini adalah 95 persen udara dan, karenanya, bisa meledak pada dirinya sendiri. Kedua, tidak ada beban lateral, bahkan dampak dari pesawat yang melaju, yang cukup untuk menggerakkan pusat gravitasi seratus kaki ke samping sehingga tidak berada dalam tapak dasar struktur. Ketiga, mengingat runtuhnya yang hampir merosot, tidak cukup waktu bagi porsi untuk mencapai kecepatan lateral yang signifikan.

  • Alya Nurwafa A
    Reply Apr 23, 2017 at 9:11 am

    WTC Roboh Akibat Ledakan Bom Dan Bubuk Thermite. Membantu Mempermudah Gedung WTC Roboh
    Gedung masa kini tak bisa roboh hanya karena ditabrak pesawat berbahan aluminium, dan beton gedung tak mungkin roboh hanya oleh kobaran bahan bakar pesawat. Beton dan beton WTC telah dirancang sedemikian rupa dan dibuat tahan suhu tinggi jauh diatas dari suhu bahan bakar pesawat jika terbakar.
    Menurut tulisan di 911hardfacts (2001) mengatakan bahwa baja dan besi yang digunakan untuk membangun WTC adalah material pilihan dan sangat kuat. Beberapa ahli mengatakan bahwa besi baru dapat meleleh pada kisaran panas sebesar 2.795°F atau sekitar 1.535°C. Pelumeran tersebut juga membutuhkan waktu cukup lama. Satu hal yang menjadi bahan pemikiran para ahli adalah setelah melakukan penghitungan secara sistematis, diketahui bahwa kurang lebih panas yang dihasilkan oleh meledaknya pesawat yang menabrak WTC tersebut sekitar 500°F atau sekitar 297,2° C. Pertanyaannya, bagaimana bisa panas sebesar 500° F mampu melelehkan besi baja dalam waktu kurang dari satu jam?
    Selain itu Seorang profesor dari Brigham Young University, Utah bernama Steven E Jones menjelaskan hasil penelitiannya bahwa runtuhnya menara kembar WTC tersebut adalah disengaja. Dalam penelitiannya, Jones mengatakan bahwa hal yang dapat melumerkan besi baja dengan cepat adalah yang dinamakan thermite.
    Thermite adalah komposisi pyrotechnic dari bubuk logam dan logam oksida yang dapat menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi bernama reaksi thermite.
    Dengan menggunakan thermite, maka besi atau baja dapat terbakar dan meleleh dengan cepat seperti mentega yang dipotong. Hal yang dihasilkan oleh pembakaran thermite adalah asap berwarna putih, lelehan pijar api dan percikan api. Uniknya, semua itu muncul ketika sebelum dan sesudah WTC ditabrak oleh pesawat.
    Terlihat bukti adanya reaksi termite pada gedung WTC sebelum akhirnya gedung tinggi tersebut roboh secara terjun bebas (free fall) Selain penggunaan thermite, Jones juga mengemukakan teori lainnya yaitu pemotongan beberapa batang besi baja penyangga gedung di bagian bawah dan pemakaian bom.
    Jadi, pesawat terbang dalam hal ini hanyalah sebagai pengecoh perhatian saja, agar dunia menjadi fokus kepada pesawat yang menabraknya sebagai akibat dari robohnya gedung-gedung itu.
    Karena keberanian Jones membeberkan hasil penelitiannya, dia mendapatkan banyak dukungan dari berbagai kalangan yang sepakat mengatakan bahwa runtuhnya WTC adalah rekayasa pemerintah Amerika Serikat.
    Uniknya, sampai sekarang belum terdapat penelitian secara resmi yang dilakukan oleh pemerintah Serikat untuk menganalisa bagaimana WTC dapat runtuh secepat itu dan Gedung 7 juga ikut runtuh walaupun tidak tersentuh oleh apapun.
    sumber : https://indocropcircles.wordpress.com/2012/11/14/911-was-an-inside-job/

  • Laila Astuti
    Reply Apr 23, 2017 at 8:56 am

    CommentAda banyak artikel yang membahas tentang runtuhnya menara kembar wtc-New York City mengutip dari salah satu atikel mengatakan bahwa “Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia, Jusman S.D. yang juga ahlipesawat terbang, ketika dihubungi mengatakan pesawat Boeing yang masihmemiliki banyak bahan bakar itu beratnya sekitar 100 ton dan menabrak dengankecepatan 700 km perjam. Karena itu, saat mulai menabrak hingga seluruh badan pesawat menembus gedung, sebenarnya juga terjadi beberapa kali guncangansecara keseluruhan. Kekuatan tiap guncangan yang terjadi diperkirakan mencapai 6 skala richter. “Kalau sampai ada sepuluh kali gempa kuat dengan skala itu, ada kemungkinan kontruksi beton di bagian lain yang tidak tertabrak juga mengalami retak sampai rusak ,” ulasnya. Paling tidak, runtuhnya Building 7 di dekat keduamenara kembar itu bisa menjadi bukti. Sedang menerangkan panas yang timbul akibat kebakaran itu kemungkinan telah memutus salah satu lantai beton dari kolom baja berbentuk pipa yang melingkari bangunan. Bila satu atau dua lantai runtuh, maka akan terjadi efek pancake atau terhempasnya lantai yang masih masif di atasnya secara vertikal menimpa lantai di bawahnya. “Api melemahkan sambungan antara sistem lantai dan kolom pada lantai diatasnya dan menyebabkan penggandaan risiko keruntuhan lantai-lantai bangunan.Apalagi jika kontruksi lantai sangat berat karena terbuat dari beton bertulang,”paparnya.
    Umumnya gedung pencakar langit disusun oleh rangkaian kolom bagian luarsebagai penahan beban. Pada setiap lantainya kolom-kolom ini diikat oleh tiang horizontal hingga membentuk kisi-kisi pipa empat persegi mengelilingi tiap gedung. Bagian tengah yang mengelilingi elevator di bagian dalam juga memiliki kontruksi sama, yaitu diikat kisi baja raksasa yang ditutup beton penghubung kolom bagian dalam dengan kolom luar. Rancangan ini mampu menahan ruangan seluas empat juta kaki kuadrat. Bagian luar dinding dibungkus oleh dinding setinggi 24 dan 36 kaki, membentuk semacam tumpukan dinding sehingga tidak semua sambungan-sambungan lantai bertemu dengan dinding-dinding vertikal pada ketinggian yang sama.Para ahli sepakat bahwa runtuhnya dua menara itu tidak terelakkan, meskipun“struktur tabung” itu didesain dengan sangat kuat. Menurut Kevin Parfitt, arsitekdari Pennsylvania State University, gedung itu mirip “donat empat persegi panjang“ ( rectangular doughnuts). Kekuatannya berasal dari inti baja di bagian tengah dan dari kolom baja yang berada di sekitar bangunan.
    Tidak ada struktur yang mendukung antara poros atau bagian inti dan bagian luar dinding. Ketika pesawat menembus ke dalam, terputus sejumlah kolom perimeter. Pada saat
    pesawat meledak sebagian besar gelagar yang menutup gedung itu tumbang. Akibatnya api dengan bebas masuk ke rangka baja yang terbuka. Sprinkler tidak banyak berfungsi dalam kondisi seperti ini
    Dikutip dari http://dokumen.tips/documents/keruntuhan-wtc.html

  • Hendi Kristian
    Reply Apr 23, 2017 at 7:04 am

    Bangunan WTC ini merupakan bangunan kebanggaan Amerika yang dibangun pada tahun 1966-1973, dengan struktur baja, lantai komposit dengan beton ringan yang membuat bangunan ini merupakan bangunan yang luar biasa kokohnya bila kita bayangkan, namun akan tetapi pada kenyataannya bangunan WTC roboh karena ditabrak 2 pesawat jet. Berdasarkan artikel-artikel lainnya yang telah saya baca, bangunan WTC ambruk tidak karena semata-mata hanya ditabrak oleh pesawat namun, ada penyebab lain yang membuat bangunan ini ambruk rata dengan tanah hanya dalam kurun waktu 10 detik. Spekulasi faktor penyebab lainnya adanya pemasangan bom di struktur bawah bangunan WTC yang diledakkan sebelum pesawat menabrak bangunan sehingga menghancurkan struktur bawah bangunan, kedua meskipun kebakaran tidak menyebabkan struktur baja meleleh tapi suhu dri kebakaran dapat menyebabkan struktur baja ringan melemah dan tidak kuat menahan beban dilantai atas, sehingga beban hidup dan beban mati pada lantai diatasnya menekan kebawah karena adanya gaya gravitasi dan pondasi yang ada dibawahnya sudah lebih dulu hancur, meskipun tidak semua pondasi hancur mungkin ada beberapa yang retak akibat ledakan bom yang menyebabkan bangunan WTC ini ambruk seketika dalam hitungan detik.

  • M Nuzul Fadly R
    Reply Apr 23, 2017 at 6:57 am

    Menurut Artikel-artikel yang sudah saya baca dan saya cermati, kebanyakan orang beranggapan kalau Menara WTC runtuh akibat Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana , menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah

    sumber : http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764

  • Raudatul Adawiyah
    Reply Apr 23, 2017 at 5:26 am

    Dari informasi yang telah saya dapat, Profesor teknik sipil dari Universitas Colorado, Hyman Brown yang sekaligusmanajer kontruksi World Trade Center memperkirakan kobaran api yang membakar 24 ribu galon bahan bakar pesawat melelehkan baja pendukung bangunan itu. Pada kejadian pertama terbakarnya bahan bakar Boeing 767 terjadi setelah pesawat menerjang menara WTC. Ribuan galon bahan bakar avtur yang mudah terbakar melelehkan struktur rangka baja pada lantai-lantai yang dihantam pesawat dalam waktu kurang dari sejam. Akibatnya, bagian yang hancur terbakar tidak mampu lagi menyangga 50 lantai diatasnya. Maka, bagian atas gedung yangmasih utuh itu “terjun bebas” dan menimbulkan efek domino hingga seluruh bangunan nyaris rata dengan tanah. Pendapat yang sama dikemukakan Masoud Sanayei, Profesor teknik sipil dari Tufts University. Katanya, “Saat ini tidak ada kontruksi bangunan beton dan baja yang didesain mampu bertahan terhadap tumbukan sangat besar dan kobaran api”. Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia, Jusman S.D. yang juga ahli pesawat terbang, ketika dihubungi mengatakan pesawat Boeing yang masih memiliki banyak bahan bakar itu beratnya sekitar 100 ton dan menabrak dengan kecepatan 700 km perjam. Karena itu, saat mulai menabrak hingga seluruh badan pesawat menembus gedung, sebenarnya juga terjadi beberapa kali guncangan secara keseluruhan. Kekuatan tiap guncangan yang terjadi diperkirakan mencapai 6 skala richter. “Kalau sampai ada sepuluh kali gempa kuat dengan skala itu, ada kemungkinan kontruksi beton di bagian lain yang tidak tertabrak juga mengalami retak sampai rusak ,” ulasnya. Paling tidak, runtuhnya Building 7 di dekat kedua menara kembar itu bisa menjadi bukti. Sedang Sanayei menerangkan panas yang timbul akibat kebakaran itu kemungkinan telah memutus salah satu lantai beton dari kolom baja berbentuk pipa yang melingkari bangunan. Bila satu atau dua lantai runtuh, maka akan terjadi efek pancake atau terhempasnya lantai yang masih masif di atasnya secara vertikal menimpa lantai di bawahnya. “Api melemahkan sambungan antara sistem lantai dan kolom pada lantai diatasnya dan menyebabkan penggandaan risiko keruntuhan lantai-lantai bangunan.Apalagi jika kontruksi lantai sangat berat karena terbuat dari beton bertulang,”

  • Muhammad Firdaus
    Reply Apr 23, 2017 at 2:52 am

    Menurut saya dan beberapa artikel lain yang saya baca, ada banyak sekali teori konspirasi dengan terkaitnya runtuhnya menara wtc, seperti yang kita ketahui banyak yang berasumsi runtuhnya menara wtc karena tabrakan dari pesawat dan menyebabkan kebakaran yang melelehkan srtuktur baja tersebut, akan tetapi kebakaran tersebut masih belum cukup untuk melelehkan struktur baja tersebut, ada lagi yang menambahkan tentang penambahan bahan thermite dibahan peledak. Dan ada disebuah artikel lain yang menurut saya sangat berkaitan dengan pernyataan pernyataan dari banyak teori tentang runtuhnya menara WTC.
    http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764
    ‘Menara Kembar WTC tidak mungkin runtuh hanya karena ditabrak pesawat’.
    Pendapat mereka didukung dengan analisa laboratorium dari sample yang diambil dari tempat kejadian, bahkan disertai dengan analisa berupa film 3 dimensi untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Mereka semua berani berbicara berlandaskan keilmuan dan bukti-bukti ilmiah, bukan dengan asumsi. Tujuh point Penjelasan Final dari NIST mengenai runtuhnya WTC adalah sebagai berikut : 1. Terbakarnya pesawat telah memutus kolom bangunan. Bantahan para ahli : hanya 14% kolom putus di WTC1 dan 15% di WTC2, hal ini tidak akan merubuhkan gedung karena lokasi pesawat di tengah bangunan. Bahkan meskipun 1/3 dari kolom pada lantai dasar telah terputus, maka bangunan WTC masih belum rubuh. 2. Beban bangunan telah terestribusi. Bantahan para ahli : konsep pancake theory telah usang dan mudah dibantah karena tidak masuk akal. Menara Kembar WTC bisa menahan beban hingga 2000% pada tahun 1964. 3. Kebakaran telah menyebar luas ke seluruh bangunan Bantahan para ahli : Hal ini mustahil, karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar dan waktu yang sangat lama untuk membakar struktur baja tahan api seluruh bangunan Gedung WTC. 4. Temperatur yang sangat tinggi telah melemahkan kolom dan lantai bangunan Bantahan para ahli : Mustahil karena kolom dan lantai bangunan yang terbakar hanya 4 lantai saja. 5. Lantai bangunan mulai melengkung ke bawah Bantahan para ahli : Lantai bangunan WTC telah terbukti oleh test tidak akan melengkung. 6. Lantai yang melengkung menarik kolom luar sehingga kolom bengkok Bantahan para ahli : Mustahil, karena lantai harus menarik minimal 30 kolom luar untuk membengkokkan gedung. 7. Ketidakstabilan gedung telah menyebar keseluruh area gedung menyebabkan keruntuhan total Bantahan para ahli : Gedung berstruktur baja tahan api seperti WTC, tidak akan secara langsung runtuh bila hanya 4-5 lantai berlubang akibat ditabrak pesawat dan kebakaran. Gedung seharusnya akan melalui proses deformasi besar-besaran yang memakan waktu lama. Kemungkinan Gedung WTC hanya akan bengkok atau miring jika tidak segera diperbaiki. WTC tidak mungkin runtuh secara mulus dan cepat seperti yang telah terjadi. Kesimpulan nya adalah jelas ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.

  • Yuzhirna Najmi Hasanah
    Reply Apr 23, 2017 at 1:22 am

    Para Arsitek, Insinyur, dan Ilmuwan Dunia Menolak Teori 9/11 WTC Runtuh Akibat Ditabrak

    Pada tahun 2006, seorang Arsitek AS yang berpengalaman puluhan tahun dalam mendesain gedung tingkat tinggi berstruktur baja dan tahan api bernama Richard Gage, AIA, menjadi pemrakarsa organisasi para Arsitek dan Insinyur seluruh dunia untuk menuntut diungkapnya kebenaran peristiwa runtuhnya WTC. Melalui http://www.AE911truth.org, yaitu Architects & Engineers for 9/11 Truth, dan di facebook http://www.facebook.com/ae911truth, organisasi ini mengundang para Arsitek, Insinyur, Ilmuwan dan lain-lain dari seluruh dunia untuk berperan serta menandatangani petisi dan hingga saat ini telah ditandatangani oleh hampir 15.000 orang. Petisi tersebut merupakan dukungan terhadap keluarga para korban runtuhnya WTC yang menginginkan kebenaran terungkap, serta pelaku kejahatan kemanusiaan yang terlibat didalamnya dapat diadili dengan seadil-adilnya di Pengadilan Internasional. Beberapa link video dari situs tersebut menjelaskan pendapat para ahli bangunan, ahli kimia dan ahli bom peruntuh gedung, yang dengan jelas mengungkapkan bahwa ‘Menara Kembar WTC tidak mungkin runtuh hanya karena ditabrak pesawat’. Pendapat mereka didukung dengan analisa laboratorium dari sample yang diambil dari tempat kejadian, bahkan disertai dengan analisa berupa film 3 dimensi untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Mereka semua berani berbicara berlandaskan keilmuan dan bukti-bukti ilmiah, bukan dengan asumsi. Saat ini juga di Ryerson University Toronto, Canada, mulai tanggal 8-11 September 2011 diadakan The International Hearings on the Events of September 11, 2001. Di tempat ini saat ini berkumpul ratusan Ilmuwan dari seluruh dunia yang saling mengungkap fakta ilmiah tentang kebenaran penyebab runtuhnya Menara Kembar WTC dan WTC7. Hari pertama kemarin saya sempat menyaksikan video live streaming pertama dari hearing ini yang menjelaskan bahwa teori dari NIST tentang ‘Mengapa dan Bagaimana WTC runtuh’ adalah teori yang ‘tidak masuk akal’. Tujuh point Penjelasan Final dari NIST mengenai runtuhnya WTC adalah sebagai berikut : 1. Terbakarnya pesawat telah memutus kolom bangunan. Bantahan para ahli : hanya 14% kolom putus di WTC1 dan 15% di WTC2, hal ini tidak akan merubuhkan gedung karena lokasi pesawat di tengah bangunan. Bahkan meskipun 1/3 dari kolom pada lantai dasar telah terputus, maka bangunan WTC masih belum rubuh. 2. Beban bangunan telah terestribusi. Bantahan para ahli : konsep pancake theory telah usang dan mudah dibantah karena tidak masuk akal. Menara Kembar WTC bisa menahan beban hingga 2000% pada tahun 1964. 3. Kebakaran telah menyebar luas ke seluruh bangunan Bantahan para ahli : Hal ini mustahil, karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar dan waktu yang sangat lama untuk membakar struktur baja tahan api seluruh bangunan Gedung WTC. 4. Temperatur yang sangat tinggi telah melemahkan kolom dan lantai bangunan Bantahan para ahli : Mustahil karena kolom dan lantai bangunan yang terbakar hanya 4 lantai saja. 5. Lantai bangunan mulai melengkung ke bawah Bantahan para ahli : Lantai bangunan WTC telah terbukti oleh test tidak akan melengkung. 6. Lantai yang melengkung menarik kolom luar sehingga kolom bengkok Bantahan para ahli : Mustahil, karena lantai harus menarik minimal 30 kolom luar untuk membengkokkan gedung. 7. Ketidakstabilan gedung telah menyebar keseluruh area gedung menyebabkan keruntuhan total Bantahan para ahli : Gedung berstruktur baja tahan api seperti WTC, tidak akan secara langsung runtuh bila hanya 4-5 lantai berlubang akibat ditabrak pesawat dan kebakaran. Gedung seharusnya akan melalui proses deformasi besar-besaran yang memakan waktu lama. Kemungkinan Gedung WTC hanya akan bengkok atau miring jika tidak segera diperbaiki. WTC tidak mungkin runtuh secara mulus dan cepat seperti yang telah terjadi. Teori yang dikeluarkan oleh NIST adalah TIDAK REALISTIS, DIMANIPUlASI, dan DISCONNECTED (alias nggak nyambung). NIST bahkan tidak mempublish atau merilis ‘computer models’ atau model komputer yang dijadikan landasan dari teori mereka. Kesimpulan nya adalah jelas ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.

  • Florensita Melly Muspita Sari
    Reply Apr 23, 2017 at 12:01 am

    Sedikit revisi dari komem sebelumnya

    Florensita Melly:
    Gedung WTC tidak mungkin begitu saja ambruk dikarenakan oleh tabrakan pesawat.
    dari beberapa sumber yang saya baca keruntuhan di WTC disebabkan oleh kesengajaan seorang oknum.
    pada saat WTC ditabrak selama 7 menit ada muncul percikan api oranye.
    Para peneliti menegaskan, warna oranye itu diduga kuat berasal dari baja panas yang meleleh akibat bereaksi dengan thermite. Bahkan, di bekas reruntuhan WTC ditemukan sejumlah material yang terpapar thermite berukuran nano yang belum sempat bereaksi.
    Dalam mekanisme penghancuran bangunan pencakar langit, thermite merupakan bahan peledak yang biasa dipakai. Sebagai perbandingan, pada 1935, Menara Sky Ride setinggi 191 meter di Chicago, AS, diruntuhkan dengan menggunakan 680 kilogram thermite dan 58 kilogram dinamit.
    “Bukti menunjukkan kesimpulan bahwa ketiga bangunan itu (WTC) luluh lantak karena pembongkaran sengaja (controlled demolition). Lantaran itu, otoritas terkait berkewajiban secara moral untuk membuat investigasi yang benar-benar ilmiah dan tak berpihak,”

    Bangunan yang dikerjakan khusus kontruksinya oleh Jhon Skilling dikatakan mampu untuk menahan tabrakan pesawat jet, jadi tidak mungkin hanya oleh karena tabrakan pesawat biasa dan kebarakan yang disebabkan oleh pesawat tersebut bisa membuat gedung WTC ambruk.

    Pada tanggal 11 September 2011 diadakan The International Hearings on the Events of September 11, 2001,disini para ilmuwan saling mengungkap fakta mengapa gedung WTC bisa runtuh

    teori dari NIST tentang ‘Mengapa dan Bagaimana WTC runtuh’ adalah teori yang ‘tidak masuk akal’. Tujuh point Penjelasan Final dari NIST mengenai runtuhnya WTC adalah sebagai berikut : 1. Terbakarnya pesawat telah memutus kolom bangunan. Bantahan para ahli : hanya 14% kolom putus di WTC1 dan 15% di WTC2, hal ini tidak akan merubuhkan gedung karena lokasi pesawat di tengah bangunan. Bahkan meskipun 1/3 dari kolom pada lantai dasar telah terputus, maka bangunan WTC masih belum rubuh. 2. Beban bangunan telah terestribusi. Bantahan para ahli : konsep pancake theory telah usang dan mudah dibantah karena tidak masuk akal. Menara Kembar WTC bisa menahan beban hingga 2000% pada tahun 1964. 3. Kebakaran telah menyebar luas ke seluruh bangunan Bantahan para ahli : Hal ini mustahil, karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar dan waktu yang sangat lama untuk membakar struktur baja tahan api seluruh bangunan Gedung WTC. 4. Temperatur yang sangat tinggi telah melemahkan kolom dan lantai bangunan Bantahan para ahli : Mustahil karena kolom dan lantai bangunan yang terbakar hanya 4 lantai saja. 5. Lantai bangunan mulai melengkung ke bawah Bantahan para ahli : Lantai bangunan WTC telah terbukti oleh test tidak akan melengkung. 6. Lantai yang melengkung menarik kolom luar sehingga kolom bengkok Bantahan para ahli : Mustahil, karena lantai harus menarik minimal 30 kolom luar untuk membengkokkan gedung. 7. Ketidakstabilan gedung telah menyebar keseluruh area gedung menyebabkan keruntuhan total Bantahan para ahli : Gedung berstruktur baja tahan api seperti WTC, tidak akan secara langsung runtuh bila hanya 4-5 lantai berlubang akibat ditabrak pesawat dan kebakaran. Gedung seharusnya akan melalui proses deformasi besar-besaran yang memakan waktu lama. Kemungkinan Gedung WTC hanya akan bengkok atau miring jika tidak segera diperbaiki. WTC tidak mungkin runtuh secara mulus dan cepat seperti yang telah terjadi.. Kesimpulan nya adalah jelas ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.’

    NIST(National Institute of Standards and Technology) cr: google

    link url:

    http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764

    http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/16/09/19/odqd2j361-kesimpulan-mengejutkan-ilmuwan-dunia-soal-insiden-wtc-911-part1

  • Katrun Annada
    Reply Apr 22, 2017 at 11:24 pm

    Pendapat para ahli bangunan, ahli kimia dan ahli bom peruntuh gedung, yang dengan jelas mengungkapkan bahwa ‘Menara Kembar WTC tidak mungkin runtuh hanya karena ditabrak pesawat’. Pendapat mereka didukung dengan analisa laboratorium dari sample yang diambil dari tempat kejadian, bahkan disertai dengan analisa berupa film 3 dimensi untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Mereka semua berani berbicara berlandaskan keilmuan dan bukti-bukti ilmiah, bukan dengan asumsi. Saat ini juga diRyerson University Toronto, Canada, mulai tanggal 8-11 September 2011 diadakan The International Hearings on the Events of September 11, 2001. Di tempat ini saat ini berkumpul ratusan Ilmuwan dari seluruh dunia yang saling mengungkap fakta ilmiah tentang kebenaran penyebab runtuhnya Menara Kembar WTC dan WTC7. Teori dari NIST tentang ‘Mengapa dan Bagaimana WTC runtuh’ adalah teori yang ‘tidak masuk akal’.

    Tujuh point Penjelasan Final dari NIST mengenai runtuhnya WTC adalah sebagai berikut :
    1. Terbakarnya pesawat telah memutus kolom bangunan.
    Bantahan para ahli : hanya 14% kolom putus di WTC1 dan 15% di WTC2, hal ini tidak akan merubuhkan gedung karena lokasi pesawat di tengah bangunan. Bahkan meskipun 1/3 dari kolom pada lantai dasar telah terputus, maka bangunan WTC masih belum rubuh.
    2. Beban bangunan telah terestribusi.
    Bantahan para ahli : konsep pancake theory telah usang dan mudah dibantah karena tidak masuk akal. Menara Kembar WTC bisa menahan beban hingga 2000% pada tahun 1964.
    3. Kebakaran telah menyebar luas ke seluruh bangunan.
    Bantahan para ahli : Hal ini mustahil, karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar dan waktu yang sangat lama untuk membakar struktur baja tahan api seluruh bangunan Gedung WTC.
    4. Temperatur yang sangat tinggi telah melemahkan kolom dan lantai bangunan.
    Bantahan para ahli : Mustahil karena kolom dan lantai bangunan yang terbakar hanya 4 lantai saja.
    5. Lantai bangunan mulai melengkung ke bawah Bantahan para ahli : Lantai bangunan WTC telah terbukti oleh test tidak akan melengkung.
    6. Lantai yang melengkung menarik kolom luar sehingga kolom bengkok Bantahan para ahli : Mustahil, karena lantai harus menarik minimal 30 kolom luar untuk membengkokkan gedung.
    7. Ketidakstabilan gedung telah menyebar keseluruh area gedung menyebabkan keruntuhan total Bantahan para ahli : Gedung berstruktur baja tahan api seperti WTC, tidak akan secara langsung runtuh bila hanya 4-5 lantai berlubang akibat ditabrak pesawat dan kebakaran. Gedung seharusnya akan melalui proses deformasi besar-besaran yang memakan waktu lama. Kemungkinan Gedung WTC hanya akan bengkok atau miring jika tidak segera diperbaiki. WTC tidak mungkin runtuh secara mulus dan cepat seperti yang telah terjadi.
    Teori yang dikeluarkan oleh NIST adalah TIDAK REALISTIS, DIMANIPUlASI, dan DISCONNECTED (alias nggak nyambung). NIST bahkan tidak mempublish atau merilis ‘computer models’ atau model komputer yang dijadikan landasan dari teori mereka.

    Kesimpulan nya adalah jelas ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karenaTindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.’

  • Adji Purnama Sandi
    Reply Apr 22, 2017 at 10:20 pm

    Menurut saya, runtuhnya gedung WTC bukan karena ditabrak pesawat karena menara berkerangka baja selogisnya hanya bisa runtuh dalam sekejap dengan cara pembongkaran sengaja (controlled demolition), antara lain menggunakan sejumlah bahan peledak. Bertolak dari fakta ilmiah bahwa kerangka baja cukup kebal terhadap api. Sebab, gedung 7 WTC memiliki tingkat keselamatan rata-rata sebesar tiga poin. Artinya, butuh sedikitnya 67 persen kekuatan yang hilang dari struktur agar keruntuhan mungkin terjadi. Bangunan mungkin luluh lantak hanya bila struktur baja dipanaskan hingga 660 derajat celsius. Desain bangunan pencakar langit dibuat sedemikian rupa, sehingga guncangan di satu titik tak akan membuatnya runtuh seluruhnya. “Sepanjang sejarah, ketiga menara berkerangka baja itu pernah mengalami rusak sebagian lantaran kebakaran. Namun, tak satu pun yang runtuh seluruhnya. Malahan, banyak bangunan pencakar langit lainnya yang pernah kebakaran hebat tanpa runtuh total atau kehancuran yang berarti.

  • Muhammad Ainul Hayat
    Reply Apr 22, 2017 at 10:16 pm

    National Institute of Standards and Technology (NIST) menyebutkan bahwa runtuhnya gedung WTC disebabkan oleh tabrakan pesawat, namun hal ini telah terbantahkan dan disebut sebagai teori yang “tidak masuk akal”, tujuh point penjelasan final oleh NIST dibantah oleh para ahli arsitek, insinyur dan ilmuwan adalah sebagai berikut :

    1. Terbakarnya pesawat telah memutus kolom bangunan. Bantahan para ahli : “hanya 14% kolom putus di WTC1 dan 15% di WTC2, hal ini tidak akan merubuhkan gedung karena lokasi pesawat di tengah bangunan. Bahkan meskipun 1/3 dari kolom pada lantai dasar telah terputus, maka bangunan WTC masih belum rubuh”.
    2. Beban bangunan telah terestribusi. Bantahan para ahli : “konsep pancake theory telah usang dan mudah dibantah karena tidak masuk akal. Menara Kembar WTC bisa menahan beban hingga 2000% pada tahun 1964”.
    3. Kebakaran telah menyebar luas ke seluruh bangunan Bantahan para ahli : “Hal ini mustahil, karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar dan waktu yang sangat lama untuk membakar struktur baja tahan api seluruh bangunan Gedung WTC”.
    4. Temperatur yang sangat tinggi telah melemahkan kolom dan lantai bangunan Bantahan para ahli : “Mustahil karena kolom dan lantai bangunan yang terbakar hanya 4 lantai saja”.
    5. Lantai bangunan mulai melengkung ke bawah Bantahan para ahli : “Lantai bangunan WTC telah terbukti oleh test tidak akan melengkung”.
    6. Lantai yang melengkung menarik kolom luar sehingga kolom bengkok Bantahan para ahli : “Mustahil, karena lantai harus menarik minimal 30 kolom luar untuk membengkokkan gedung”.
    7. Ketidakstabilan gedung telah menyebar keseluruh area gedung menyebabkan keruntuhan total. Bantahan para ahli : “Gedung berstruktur baja tahan api seperti WTC, tidak akan secara langsung runtuh bila hanya 4-5 lantai berlubang akibat ditabrak pesawat dan kebakaran. Gedung seharusnya akan melalui proses deformasi besar-besaran yang memakan waktu lama. Kemungkinan Gedung WTC hanya akan bengkok atau miring jika tidak segera diperbaiki. WTC tidak mungkin runtuh secara mulus dan cepat seperti yang telah terjadi”.

    Kesimpulan nya adalah jelas ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.’

    http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764

    Tetapi apakah semua hal diatas merupakan kebenaran dari runtuhnya gedung WTC yang megah dan kokoh tersebut? Sesungguhnya hanya Allah yang mahatahu segala sesuatu dari kita dan hanya Allah yang Mahabenar dan Pemilik Kebenaran mutlak.

  • Muhamad Ramadhan
    Reply Apr 22, 2017 at 10:04 pm

    Profesor Steven E. Jones dari Universitas Brigham Young, Kota Utah, pertama kali mengeluarkan pernyataan dirinya tidak percaya runtuhnya WTC karena hantaman pesawat dikendarai Muhammad Atta, salah seorang anggota jaringan al-Qaeda. Dia melakukan penelitian dan menerbitkan jurnal disampaikannya pada seminar di almamaternya, seperti dilansir
    world911truth.org (22/9/2005). “Saya menyarankan dilakukan investigasi serius gedung WTC7 dan Menara Kembar WTC runtuh bukan disebabkan benturan pesawat dan kebakaran, tapi juga bahan peledak sudah ditempatkan sebelumnya,” kata Jones. Kemungkinan besar runtuhnya gedung WTC sudah direncanakan dengan sempurna oleh pihak-pihak tertentu.
    Teori lelaki itu membuktikan belum pernah ada bangunan kerangka baja runtuh sebab kebakaran, sebelum dan sesudah peristiwa itu terjadi. “Hanya bahan peledak dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” katanya. Dengan demikian, kemungkin besar penyebab runtuhnya gedung WTC adalah bom (baca: bahan peledak).
    Perhatian juga berpusat pada Gedung WTC 7, tidak ditabrak pesawat tapi runtuh. Lelehan logam ditemukan akibat reaksi suhu tinggi dari bahan ledakan, biasa digunakan yakni thermite. Gedung runtuh bukan disebabkan ledakan tidak punya energi langsung mengakibatkan lelehan rangka baja dalam jumlah besar. Argumentasi lain, untuk menguapkan struktur baja penyangga diperlukan api dengan temperatur mendekati 2.760 derajat celcius. Keterangan rinci Jones juga menuliskan api disebabkan bahan bakar hanya akan meludeskan peralatan kantor dalam 20 menit, tapi tidak akan menghanguskan bangunan. Kebakaran yang awalnya dikonfirmasi sebagai penyabab, sudah tidak kuat lagi dengan adannya fakta tersebut. Jadi, gedung WTC ini tidak mungkin hanya di sebabkan oleh pesawat yang menabrak, yang mengakibatkan kebakaran.

  • Khairunnisa
    Reply Apr 22, 2017 at 9:48 pm

    Berdasarkan fakta-fakta proses pembangunan, material seta teknologi yang digunakan, kecil kemungkinan ambruknya WTC pada 9/11 hanya disebabkan satu faktor, yaitu tabrakan pesawat. Ukuran pesawat yang kecil dibandingkan gedung yang kokoh, akan meruntuhkan sebagian besar konstruksi yang ada. Ditambah faktor rumitnya mengendalikan kecepatan pesawat menuju satu titik pada gedung pencakar langit seperti WTC (yang umumya memiliki bentang yang langsing/tidak lebar) agar runtuh total, bisa diperhitungkan bahwa kemungkinan bahan peledak dalam bangunan juga ada, karena jika hanya tabrakan pesawat, bagian yang terkena tabrakan akan mengalami kerusakan lebih parah daripada bagian lainnya, sedangkan pada nyatanya seluruh bagian bangunan ambruk secara merata.

  • Khansa Yustika Farhana
    Reply Apr 22, 2017 at 9:28 pm

    Peristiwa ambruknya WTC atau yang dikenal September hitam merubah kebijakan politik luar negeri Amerika, mereka bersumpah memerangi teroris dimanapun di belahan dunia. Profesor Steven E. Jones seorang guru besar Fisika dari Universitas Brigham Young, melakukan penelitian terhadap peristiwa tersebut, beliau sendiri tidak menyorot soal politik dan aksi terorisme, tapi beliau memfokuskan pada teori fisika atas keruntuhan gedung-gedung itu. Beliau tidak mau berspekulasi mengenai bagaimana bom dipasang dan siapa pelakunya. Teori lelaki itu membuktikan belum pernah ada bangunan kerangka baja runtuh sebab kebakaran, sebelum dan sesudah peristiwa itu terjadi. “Hanya bahan peledak dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” katanya. Namun hal ini bertentangan dengan hasil penelitian Agen Federal Keamanan Negara Amerika (FEMA) menyatakan penyebab utama keruntuhan api terjangan pesawat dengan bahan bakar penuh. Keterangan rinci Prof Steven E. Jones juga menuliskan api yang dihasilkan dari bahan bakar hanya akan meludeskan peralatan kantor dalam 20 menit, tapi tidak menghanguskan bangunan. Beliau melakukan penelitian dari sudut teori fisika mengatakan bahwa kehancuran dahsyat seperti yang dialami Twin Tower serta gedung WTC 7 hanya mungkin terjadi karena bom-bom yang sudah dipasang pada bangunan-bangunan tersebut. Menurut Prof Jones “Fakta sebenarnya, tampaknya ada bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya pada tiga gedung di Ground Zero itu,” ujar ilmuwan yang mengambil spesialisasi metal-catalysed fussion, archaeometeri dan solar enegy tersebut.
    Sebelum dan sesudah peristiwa WTC belum pernah ada gedung berkerangka baja yang hancur total karena kebakaran. Namun bahan peledak dapat dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” Keyakinan para ahli itu juga didorong oleh fakta runtuhnya gedung WTC7 berselang beberapa jam berikutnya tanpa sebab yang jelas, sangat dimungkinkan peledakan bom penyebabnya. Para ahli yang megadakan pertemuan di Ryerson University Toronto, Canada, bahkan mengambil kesimpulan ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah bukan karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.’
    Dengan stuktur konstruksi yang telah bapak jelaskan memang tidak mungkin sebuah bangunan yang berkerangka baja runtuh begitu saja karena sebuah tabrakan dari pesawat. Jika dilihat dari detik-detik peristiwanya, serangan pesawat tidak langsung menumbuk langsung secara frontal tegak lurus bangunan, tetapi cenderung dalam arah diagonal dan pada daerah agak kesudut bangunan yang mendukung pendapat tentang adanya bom yang telah terpasang pada bagian tertentu.

  • M. AKBAR TRI NUGROHO
    Reply Apr 22, 2017 at 9:20 pm

    Comment Kebenaran peristiwa runtuhnya WTC masih menyisakan misteri. Bagaimana mungkin bangunan sebesar WTC dengan sistem keamanan yang terbaik dan didukung dengan sistem mega struktur akan ambruk dalam hitungan detik, ketika ditabrak pesawat. Kalaupun disebabkan oleh kebakaran dari kobaran api pasti struktur baja tersebut tidak seketika itu meleleh apalagi ambruk. Kalaupun ambruk tentulah dengan sengaja di dalam gedung sudah dipasang beberapa bom sebelumnya. Yang lebih mengherankan kenapa pesawat bisa mengarah ke WTC lolos tidak terdeteksi radar padahal sistem keamanan penerbangan Amerika tidak diragukan lagi, rasanya sulit dibantah kalau kejadian ini bukan rekayasa.

  • Husyi Nor Rahman
    Reply Apr 22, 2017 at 8:05 pm

    Apabila berbicara mengenai runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) pasti terdapat banyak sekali konspirasi mengenai penyebab runtuhnya gedung tersebut. Sebelumnya, WTC merupakan gedung kebanggaan warga Amerika Serikat, gedung ini runtuh pada tanggal 11 September 2001 dikenal dengan istilah 911 karena orang Amerika mendahulukan bulan daripada tanggal maka menjadi 9/11. Yang menjadi misteri adalah bangunan dengan konstruksi sekuat itu bisa dengan mudah runtuh hanya karena ditabrak pesawat. Jika kita ingat kembali bahwa konstruksi gedung WTC dirancang khusus oleh Jhon Skilling dan Leslie E. Robertson. Namun runtuhnya gedung WTC masih menjadi perdebatan hal layak ramai, karena jika difikirkan kembali tidak mungkin bangunan dengan konstruksi sekuat itu bisa dengan mudah hancur dalam hitungan detik hanya kerena ditabrak pesawat. Banyak konspirasi tentang hal ini, tak sedikit orang yang menghubungkan dengan Osama Bin Laden, bahwa kejadian ini merupakan hasil campur tangan beliau. Namun, kebenarannya juga masih diragukan.
    Kemungkinan besar runtuhnya Menara WTC ini memang hasil manipulasi. Karena sangat tidak mungkin Menara WTC yang begitu hebat dan kuat strukturnya bisa runtuh dalam sekejap hanya karena tertabrak oleh pesawat dan kebakaran

  • Ahmad arifudin
    Reply Apr 22, 2017 at 8:00 pm

    Mnurut saya bukan kebakaran yang menjadi penyebab utama Menara Kembar rubuh rubuhnya menara WTC adalah karena kebakaran yang melanda kedua gedung tersebut. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar, karena api yang membakar gedung WTC tidak mampu melelehkan baja yang menjadi kerangka gedung tersebut.

    Rubuhnya wtc tersebut mungkin dilakukan dengan sengaja, yakni dengan menggunakan peledak yang disetting dengan timer. Peledakan menara kembar dilakukan secara vertikal agar tidak berdampak pada gedung-gedung pencakar langit yang ada di sekeliling.

  • Mintorwati
    Reply Apr 22, 2017 at 8:00 pm

    “Riset Fisikawan Dunia: WTC Hancur Bukan Karena Ditabrak Pesawat”

    Majalah sains Europhysics News volume 47/4 Tahun 2016 memuat hasil riset berjudul “15 Tahun Berlalu: Kajian Fisika di Balik Runtuhnya Bangunan Tinggi”. Riset ini untuk menemukan penjelasan ilmiah di balik runtuhnya Menara Kembar Wolrd Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 silam yang dikenal 9/11.

    Para ilmuwan yang bergabung dalam riset ini adalah Steven Jones (profesor fisika Brigham Young University), Robert Korol (profesor teknik sipil McMaster University), Anthony Szamboti (insinyur konstruksi mesin pada industri penerbangan), dan Ted Walter (arsitek dan insinyur 9/11 Truth).

    9/11 terjadi pada pagi 11 September 2001, Dua Menara Kembar WTC runtuh ditabrak pesawat. Anehya, di sore hari yang sama, Gedung 7 WTC, terdiri atas 47 lantai, juga rata dengan tanah meskipun tidak ikut ditabrak pesawat terbang. Ketiga bangunan tinggi itu berkerangka baja.

    Riset para fisikawan tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan atas hasil investigasi Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST) Amerika Serikat (AS) pada 2008 lalu. NIST sebelumnya memaparkan, kejadian 9/11 cenderung disebabkan oleh kebakaran. Kobaran api meludeskan ketiga bangunan WTC, termasuk kerangka baja yang menopangnya.

    Keraguan pun mencuat di kalangan ilmuwan. Sebab, bila simpulan NIST itu sahih, maka kejadian 9/11 adalah satu-satunya peristiwa di mana amukan api bisa meluluhlantakkan bangunan tinggi berkerangka baja. Padahal, lanjut para ilmuwan itu, menara berkerangka baja selogisnya hanya bisa runtuh dalam sekejap dengan cara pembongkaran sengaja (controlled demolition), antara lain menggunakan sejumlah bahan peledak.

    Mereka bertolak dari fakta ilmiah bahwa kerangka baja cukup kebal terhadap api. Sebab, gedung 7 WTC memiliki tingkat keselamatan rata-rata sebesar tiga poin. Artinya, butuh sedikitnya 67 persen kekuatan yang hilang dari struktur agar keruntuhan mungkin terjadi. Bangunan mungkin luluh lantak hanya bila struktur baja dipanaskan hingga 660 derajat celsius.

    Desain bangunan pencakar langit dibuat sedemikian rupa, sehingga guncangan di satu titik tak akan membuatnya runtuh seluruhnya. “Sepanjang sejarah, ketiga menara berkerangka baja itu pernah mengalami rusak sebagian lantaran kebakaran. Namun, tak satu pun yang runtuh seluruhnya. Malahan, banyak bangunan pencakar langit lainnya yang pernah kebakaran hebat tanpa runtuh total atau kehancuran yang berarti,” demikian kutipan hasil riset tersebut di halaman 22, Europhysics News volume 47/4 2016.

    “Setelah ditabrak pesawat terbang saat kejadian 9/11, beban yang ada di bangunan (WTC) hanyalah gravitasi dan kobaran api. Tak ada angin kencang hari itu. Maka para insinyur bingung dan terkejut, kenapa Menara Kembar bisa runtuh total,” lanjutnya di halaman 23.

    Pada 1993 silam, Menara Kembar WTC pernah diguncang bom. Setelahnya, pencakar langit itu masih berdiri kukuh. Pertanyaannya: bagaimana mungkin tabrakan dengan pesawat jet membuatnya hancur lebur?

    Riset ini lantas mengutip sebuah wawancaraSeattle Times dengan pakar konstruksi bangunan, John Skilling. Ia menegaskan, kebocoran tangki bahan bakar pesawat memang bisa memicu kebakaran hebat di sekujur WTC. Namun, kebakaran tak akan mampu meruntuhkannya. “Struktur bangunan (WTC) akan tetap berdiri,” kata John Skilling.

    Apalagi diketahui, WTC dirancang mampu bertahan terhadap tabrakan dengan pesawat jet. Jadi, Skilling percaya bahwa satu-satunya cara meludeskan gedung WTC adalah dengan pembongkaran sengaja (controlled demolition).

    Pada malam tahun baru 2016, gedung Addres Town Hotel Di Dubai setinggi 63 terbakar hebat selama hampir 12 jam, tapi gedung tersebut tetap berdiri kokoh.

    Investigasi NIST pun dipertanyakan. Sebab, lembaga tersebut tidak sampai menyelidiki sisa-sisa logam meleleh yang ditemukan di puing WTC. Padahal, dokumen video menunjukkan, ada percikan api berwarna oranye yang muncrat dari bangunan WTC selama tujuh menit, sebelum akhirnya runtuh.

    Alih-alih, NIST berkesimpulan bahwa percikan api itu berasal dari alumunium badan pesawat yang menabrak Menara Kembar. Alumunium itu, menurut NIST, bercampur dengan material organik. Namun, pelbagai percobaan membuktikan sebaliknya. Bila simpulan NIST itu sahih, percikan api seharusnya berwarna perak, bukan oranye.

    Para peneliti menegaskan, warna oranye itu diduga kuat berasal dari baja panas yang meleleh akibat bereaksi dengan thermite. Bahkan, di bekas reruntuhan WTC ditemukan sejumlah material yang terpapar thermite berukuran nano yang belum sempat bereaksi.

    Dalam mekanisme penghancuran bangunan pencakar langit, thermite merupakan bahan peledak yang biasa dipakai. Sebagai perbandingan, pada 1935, Menara Sky Ride setinggi 191 meter di Chicago, AS, diruntuhkan dengan menggunakan 680 kilogram thermite dan 58 kilogram dinamit.

    “Bukti menunjukkan kesimpulan bahwa ketiga bangunan itu (WTC) luluh lantak karena pembongkaran sengaja (controlled demolition).Lantaran itu, otoritas terkait berkewajiban secara moral untuk membuat investigasi yang benar-benar ilmiah dan tak berpihak,” …..

  • Ahmad Syafie
    Reply Apr 22, 2017 at 7:56 pm

    CommentTeror 9-11 sudah berlalu 10 tahun. Tetapi selubung misteri masih melingkupi. Pemerintah AS memang telah merilis laporan resmi komisi penyelidikan 9-11. Sebenarnya, sebelum penyelidikan tuntas pun, Bush sudah langsung menyatakan bahwa Al Qaida adalah pelaku terori 9-11 dan menyerukan “perang melawan terorisme” dengan menggunakan kata ‘crusade’ (perang Salib). Bush mengatakan, “this crusade, this war on terrorism is going to take a while.” Namun, hasil penyelidikan resmi itu sama sekali tidak mampu menjawab berbagai pertanyaan ‘sederhana’ terkait keanehan kejadian 9-11.

    Pertanyaan-pertanyaan ‘sederhana’ itu, antara lain: bagaimana seorang pilot amatiran yang konon baru lulus pelatihan pilot, bisa menabrak Menara Kembar WTC secara tepat? Bila kita memandang kota dari tempat yang sangat tinggi, pemandangan yang terlihat adalah datar bagaikan seperti selembar peta. Menurut Thierry Mayssan, penulis buku 9/11: The Big Lie, untuk menabrak menara WTC, pesawat perlu terbang sangat rendah dan kemampuan terbang serendah itu sangat sulit dilakukan oleh pilot yang sangat berpengalaman sekalipun.

    Kedua, tak lama setelah ditabrak, Menara Kembar yang sangat kokoh itu runtuh dengan ‘rapi’ (seperti sedang mengalami demolition atau peruntuhan gedung tua dengan memasang bom pada tempat-tempat yang sudah diperhitungkan secara cermat). Bahkan berbagai dokumentasi foto/video memperlihatkan potongan besi baja yang ‘rapi’ (terpotong menyerong, khas demolition). Namun, laporan komisi penyelidikan menyatakan bahwa terbakarnya bahan bakar pesawat menimbulkan panas yang melelehkan struktur logam utama kedua bangunan.

    Teori ini disangkal keras oleh William Manning, editor majalah profesional “Fire Engineering”. Menurutnya, “Kerusakan bangunan akibat ditabrak pesawat dan ledakan dari bahan bakar pesawat tersebut tidak cukup untuk meruntuhkan menara WTC.” Manning juga memertanyakan, mengapa besi-besi reruntuhan WTC segera dijual ke China, padahal penelitian belum tuntas? Padahal, lazimnya dalam peristiwa-peristiwa kebakaran atau ledakan, semua barang di lokasi kejadian tidak boleh dipindahkan hingga penelitian tuntas.

    Namun sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana proses hancurnya WTC, perlu dicari tahu dulu, siapa sebenarnya yang menguasai gedung WTC yang hancur itu?

    Jurnalis independen Christopher Bollyn, memberikan jawabannya. Ada dua nama yang menguasai WTC, yaitu Larry Silverstein dan Lewis Eisenberg. Silverstein dan partnernya, Frank Lowy (pria Australia-Israel) adalah developer real estat. Mereka memiliki hak sewa selama 99 tahun atas WTC. Sementara itu, Eisenberg berperan dalam melakukan privatisasi properti WTC dan mengatur negosiasi yang akhirnya memberikan hak sewa kepada properti itu kepada Silverstein dan Lowy. Ketika WTC hancur, Silverstein dan Lowy meraup milyaran dollar uang dari perusahaan asuransi.

    Silverstein dan Lowy meraih hak sewa atas WTC tak lama sebelum terjadinya teror 9-11, tepatnya tanggal 26 Juli 2001. Silverstein menguasai the 10.6 juta-kaki persegi ruang perkantoran di kompleks WTC, dan Lowy menguasai 427.000 juta-kaki persegi mall di kompleks WTC.

    Silverstein dan Eisenberg dikenal sebagai pendukung utama Israel, dan punya jabatan tinggi di lembaga pencarian dana untuk Israel di AS. Keduanya sama-sama memiliki jabatan tinggi di the United Jewish Appeal (UJA), sebuah organisasi ‘amal’ Zionis yang sangat kaya. Silverstein sendiri pernah menjabat sebagai ketua United Jewish Appeal-Federation of Jewish Philanthropies of New York, Inc. Ini adalah organisasi yang mengumpulkan dana ratusan juta dollars setiap tahun untuk disalurkan kepada lembaga-lembaga Zionis di AS dan Israel.

    Eisenberg memainkan peranan penting dalam proses jatuhnya hak sewa WTC kepada Silverstein dan Lowy. Padahal, keduanya sebenarnya bukanlah pemenang dari proses lelang gedung itu . Pemberi tawaran tertinggi sebenarnya adalah Vornado Realty Trust, tapi dengan berbagai cara, Eisenberg menjegalnya, sehingga Vornado muncur, dan membuka pintu bagi Silverstein dan Lowy.

    Yang agak luput dari pembicaraan terkait 9-11 adalah runtuhnya gedung WTC 7 (gedung lain di sekitar Menara Kembar WTC), pada sore hari 9 September 2001 itu. Tidak ada pesawat yang menabrak gedung setinggi 47 lantai itu, namun tetap runtuh. Siapa pemiliknya? Tak lain tak bukan, Silverstein. Lagi-lagi, ditemukan bukti-bukti bahwa bom-lah penyebab runtuhnya WTC 7.

    Kembali pada teori runtuhnya WTC, secara umum ada dua teori. Teori resmi dari pemerintah AS adalah menara kembar itu runtuh karena bahan bakar pesawat yang terbakar menimbulkan panas yang melelehkan struktur logam utama kedua bangunan. Sebaliknya, para peneliti independen mengatakan bahwa tidak mungkin ‘hanya’ ditabrak pesawat, gedung setangguh WTC bisa hancur total (seharusnya, hanya kerusakan di beberapa lantai saja, yang dekat dengan titik tabrakan). Selain itu, di lokasi juga ditemukan bukti-bukti (antara lain, video dan foto-foto yang menunjukkan adanya 5-6 kawah bekas ledakan yang luas dan dalam) mengarahkan pada simpulan bahwa ada ledakan bom berkekuatan sangat besar yang sebelumnya sudah ditanam di dalam gedung.

    Bila teori kedua ini yang dianggap lebih masuk akal, logikanya, perlu sepasukan penuh orang untuk membawa berton-ton bom ke dalam gedung WTC dan meletakkannya secara cermat, supaya bisa meruntuhkan gedung raksasa itu dengan ‘rapi’. Tak mungkin aksi penanaman bom ini dilakukan dengan diam-diam tanpa ketahuan pemilik gedung. Tentu pertanyaan selanjutnya adalah “siapa yang memiliki akses penuh terhadap WTC sebelum terjadinya 9-11?”

    Lagi-lagi, jawabannya adalah Silversten. Dialah yang menguasai hak sewa selama 99 tahun atas WTC sejak 26 Juli 2001.

    Sumber : https://dinasulaeman.wordpress.com/2011/09/11/tragedi-9-11-ternyata-penguasa-wtc-adalah-pengusaha-zionis/

  • Yuni Annisa Ulfatana
    Reply Apr 22, 2017 at 7:43 pm

    Artikel ini memberikan banyak informasi tentang runtuhnya WTC tahun 2001 dengan mengambil sudut pandang berbeda dibandingkan artikel lain yang saya baca, sebab artikel ini menyingngung tentang struktur pada bangunan tersebut.
    Memang banyak keanehahan mengenai tragedi ini. Apabila penyebab runtuhnya bangunan hanya akibat ditabrak pesawat yang ukurannya kecil, sedangkan yang kita ketahui dari diartikel tersebut gedung wtc memiliki struktur bangunannya yang begitu kuat dengan tingkat keamanan yang tinggi, juga didukung dengan sistem mega struktur yang sangat kokoh.
    Saya juga menonton videonya di youtube bagaimana runtuhnya gedung WTC. ketika pesawat menabrak gedung WTC, bangunan tidak langsung runtuh dan masih berdiri kokoh. Tetapi beberapa saat kemudian gedung tiba-tiba runtuh dengan cepat. Hal tersebut memperkuat perkiraan adanya bom dalam bangunan. yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya bangunan sampai ke lantai dasar.
    Dan apabila memang karena kesalahan dalam perencanaan struktur atau terjadi manipulai pada strukturnya, saya kurang yakin. Karena buktinya bangunan tersebut sudah bertahan selama 30 tahun sejak dia dibangun dan menurut saya itu bukan waktu yang sebentar untuk sebuah bangunan dapat berdiri.

  • M.MUSTAQIM AZMI
    Reply Apr 22, 2017 at 7:33 pm

    Menurut artikel yang saya baca di Kompasiana.com bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak.
    Pada tahun 2006, seorang Arsitek AS yang berpengalaman puluhan tahun dalam mendesain gedung tingkat tinggi berstruktur baja dan tahan api bernama Richard Gage, AIA, menjadi pemrakarsa organisasi para Arsitek dan Insinyur seluruh dunia untuk menuntut diungkapnya kebenaran peristiwa runtuhnya WTC. Melalui http://www.AE911truth.org, yaitu Architects & Engineers for 9/11 Truth, dan di facebook http://www.facebook.com/ae911truth, organisasi ini mengundang para Arsitek, Insinyur, Ilmuwan dan lain-lain dari seluruh dunia untuk berperan serta menandatangani petisi dan hingga saat ini telah ditandatangani oleh hampir 15.000 orang. Petisi tersebut merupakan dukungan terhadap keluarga para korban runtuhnya WTC yang menginginkan kebenaran terungkap, serta pelaku kejahatan kemanusiaan yang terlibat didalamnya dapat diadili dengan seadil-adilnya di Pengadilan Internasional. Beberapa link video dari situs tersebut menjelaskan pendapat para ahli bangunan, ahli kimia dan ahli bom peruntuh gedung, yang dengan jelas mengungkapkan bahwa ‘Menara Kembar WTC tidak mungkin runtuh hanya karena ditabrak pesawat’. Pendapat mereka didukung dengan analisa laboratorium dari sample yang diambil dari tempat kejadian, bahkan disertai dengan analisa berupa film 3 dimensi untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Mereka semua berani berbicara berlandaskan keilmuan dan bukti-bukti ilmiah, bukan dengan asumsi. Saat ini juga di Ryerson University Toronto, Canada, mulai tanggal 8-11 September 2011 diadakan The International Hearings on the Events of September 11, 2001. Di tempat ini saat ini berkumpul ratusan Ilmuwan dari seluruh dunia yang saling mengungkap fakta ilmiah tentang kebenaran penyebab runtuhnya Menara Kembar WTC dan WTC7. Hari pertama kemarin saya sempat menyaksikan video live streaming pertama dari hearing ini yang menjelaskan bahwa teori dari NIST tentang ‘Mengapa dan Bagaimana WTC runtuh’ adalah teori yang ‘tidak masuk akal’. Tujuh point Penjelasan Final dari NIST mengenai runtuhnya WTC adalah sebagai berikut : 1. Terbakarnya pesawat telah memutus kolom bangunan. Bantahan para ahli : hanya 14% kolom putus di WTC1 dan 15% di WTC2, hal ini tidak akan merubuhkan gedung karena lokasi pesawat di tengah bangunan. Bahkan meskipun 1/3 dari kolom pada lantai dasar telah terputus, maka bangunan WTC masih belum rubuh. 2. Beban bangunan telah terestribusi. Bantahan para ahli : konsep pancake theory telah usang dan mudah dibantah karena tidak masuk akal. Menara Kembar WTC bisa menahan beban hingga 2000% pada tahun 1964. 3. Kebakaran telah menyebar luas ke seluruh bangunan Bantahan para ahli : Hal ini mustahil, karena dibutuhkan energi yang luar biasa besar dan waktu yang sangat lama untuk membakar struktur baja tahan api seluruh bangunan Gedung WTC. 4. Temperatur yang sangat tinggi telah melemahkan kolom dan lantai bangunan Bantahan para ahli : Mustahil karena kolom dan lantai bangunan yang terbakar hanya 4 lantai saja. 5. Lantai bangunan mulai melengkung ke bawah Bantahan para ahli : Lantai bangunan WTC telah terbukti oleh test tidak akan melengkung. 6. Lantai yang melengkung menarik kolom luar sehingga kolom bengkok Bantahan para ahli : Mustahil, karena lantai harus menarik minimal 30 kolom luar untuk membengkokkan gedung. 7. Ketidakstabilan gedung telah menyebar keseluruh area gedung menyebabkan keruntuhan total Bantahan para ahli : Gedung berstruktur baja tahan api seperti WTC, tidak akan secara langsung runtuh bila hanya 4-5 lantai berlubang akibat ditabrak pesawat dan kebakaran. Gedung seharusnya akan melalui proses deformasi besar-besaran yang memakan waktu lama. Kemungkinan Gedung WTC hanya akan bengkok atau miring jika tidak segera diperbaiki. WTC tidak mungkin runtuh secara mulus dan cepat seperti yang telah terjadi. Teori yang dikeluarkan oleh NIST adalah TIDAK REALISTIS, DIMANIPUlASI, dan DISCONNECTED (alias nggak nyambung). NIST bahkan tidak mempublish atau merilis ‘computer models’ atau model komputer yang dijadikan landasan dari teori mereka. Kesimpulan nya adalah jelas ‘bahwa runtuhnya Menara Kembar WTC dan Building7 adalah BUKAN karena ditabrak oleh pesawat ataupun karena kebakaran gedung, tetapi karena Tindakan Kesengajaan Peruntuhan Gedung yang sangat terencana, menggunakan bom dan bahan peledak, bahkan memotong kolom bangunan dengan jumlah yang sangat banyak di beberapa titik tertentu sebagaimana diperlukan untuk menghancurkan struktur bangunan Gedung Tingkat Tinggi berlapis baja dan tahan api, sehingga menyebabkan gedung runtuh dengan mulus dan cepat ke tanah.’ Terlalu banyak penjelasan ilmiah dari para ahli dan ilmuwan dari website tersebut diatas sehingga cukup untuk membuka mata dunia bahwa kebenaran adalah kebenaran.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/eno/para-arsitek-insinyur-dan-ilmuwan-dunia-menolak-teori-9-11-wtc-runtuh-akibat-ditabrak-pesawat_550a2fd08133117f1cb1e764

  • Ulya
    Reply Apr 22, 2017 at 7:01 pm

    Menurut saya runtuh nya gedung WTC memang agak janggal karena gedung yg sudah di rancang sekuat itu tidak mungkin runtuh hanya karena di tabrak oleh pesawat komersil, tapi sepertinya panas api dari ledakan itulah yg meleleh kan struktur baja yg menopang beban gedung yang menyebabkan runtuhnya gedung WTC dengan ukuran waktu yang lumayan cepat.

  • Alya Anisah Savitry Agoes
    Reply Apr 22, 2017 at 7:01 pm

    Dari beberapa artikel lain yang saya baca, memang rata-rata mengatakan bahwa runtuhnya World Trade Center (WTC) ini adalah bentuk ‘kesengajaan’ yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Saya sangat sependapat, karena sangat tidak mungkin bangunan yang menjadi icon kota New York bisa dengan mudahnya runtuh dalam hitungan detik hanya karna ditabrak oleh pesawat. Untuk menjadikan WTC sebagai iconic building dari kota New York tentu saja memerlukan perhitungan dan pemikiran yang matang pada saat proses pembangunannya, tidak mungkin dibangun sembarangan. Struktur yang diterapkan pada bangunan pastilah kuat dan kokoh serta menggunakan material yang terbaik. WTC sendiri menggunakan struktur baja, yang tentunya tidak akan mudah runtuh begitu saja. Banyak juga yang mengatakan bahwa runtuhnya WTC disebabkan oleh kebakaran yang terjadi setelah tertabraknya pesawat ke bangunan itu, namun seperti yang sudah tertulis di atas, api yang dihasilkan oleh ledakan pesawat masih tidak dapat membuat baja meleleh. Kecuali memang ada bom yang sengaja diledakkan. Jadi untuk saat ini saya meyakini dengan pendapat yang mengatakan bahwa runtuhnya World Trade Center dikarenakan oleh ledakan bom yang sengaja ditaruh di dalam bangunan.

  • Noorudien DRahman
    Reply Apr 22, 2017 at 5:32 pm

    Kalau menurut saya sama akan hal nya seperti pendapat yang lain bahwasan nya bom di dalam gedung itu adalah salah satu penyebab runtuhnya gedung yang dibangga kan negara tersebut dan sebagai medianya atau pemicu nya dengan menabrakkan pesawat yang mungkin menjadi faktor gambaran kesengajaan yang kemudian beredar berita nya yang melakukan adalah umat islam padahal tidak demikian, itu hanyalah doktrin saja…

  • Armila
    Reply Apr 22, 2017 at 4:09 pm

    jadi, menurut saya penyebab runtuhnya gedung WTC itu bukan hanya karena pesawat yang menabraknya tapi, juga karena bangunannya yang terlalu tinggi, karena bangunan WTC ini di rancang untuk menahan beban angin sebesar 220 kg/m2. Penyebab lainnya mungkin karena adanya bom-bom tersebut yang menyebabkan WTC runtuh. Karena kalau hanya pesawat yang menabrak tidak akan runtuh sampai rata dengan tanah.

  • Husnun Zahidatul Mufidah
    Reply Apr 22, 2017 at 12:17 pm

    Kemungkinan besar runtuhnya Menara WTC ini memang hasil manipulasi. Karena sangat tidak mungkin Menara WTC yang begitu hebat dan kuat strukturnya bisa runtuh dalam sekejap hanya karena tertabrak oleh pesawat dan kebakaran.

  • Dwi Sulistyaningsih
    Reply Apr 22, 2017 at 11:10 am

    Dari informasi yang saya dapatkan dari berbagai artikel bangunan ini merupakan bangunan tertinggi pada tahun 1972-1973 yang mana disebutkan dalam buku Building Big karya Minoru Yamasaki (desainer gedung kembar,WTC) yang dikutip dari International Herald Tribun disebutkan bahwa gedung ini tahan terhadap tumbukan pesawat jumbo jet. Namun pada kenyataannya gedung ini runtuh pada 11 September 2001. Konstruksi bangunan ini dapat dikatakan cukup kuat dengan struktur yang memiliki keamanan tingkat tinggi. Salah satu penyebabnya yang beredar adalah kebakaran yang yang terjadi akibat tabrakan pesawat menghasilkan temperatur yang tinggi sehingga melelehkan kolom dan lantai bangunan yang menyebabkan bangunan tersebut runtuh namun ada pula artikel yang menyebutkan kebakaran yang terjadi tidak melelehkan namun melemahkan kekuatan kolom bangunan. Ada pula penyebab lain seperti adanya bom yang telah dipasang serta tindakan peruntuhan gedung secara sengaja dan sebab-sebab lainnya. Gedung WTC 7 yang tidak tertabrak pesawat pun ikut runtuh dikarenakan ada puing-puing dari gedung WTC 1 yang terbakar dan mengenai gedung WTC 7 dan menyebabkan gedung ini ikut runtuh. Dari banyak sebab yang ada semoga penyebab sebenarnya dapat segera diketahui dan kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

  • Hadariah
    Reply Apr 22, 2017 at 10:28 am

    Meskipun secara ekonomis tidak layak merencanakan bangunan yang tahan terhadap beban tak terduga. Bangunan yang ada pada daerah rawan bencana gempa akan direncanakan dapat bertahan terhadap gempa. Akan tetapi, siapa yang akan menyangka bahwa gedung pencakar langit tersebut akan ditabrak oleh dua pesawat besar sekaligus, sehingga tidak bisa disalahkan bila bangunan tersebut roboh karena tidak kuat. Dari sayap pesawat tersebut dapat memotong kolom luar sehingga badan pesawat dan tangki bahan bakar dapat masuk dan terbakar didalam gedung. Kerusakan parah terjadi akibat adanya kebakaran pada gedung WTC yang mengakibatkan struktur bajanya melemah.

  • EDI AYU SAPUTRA
    Reply Apr 22, 2017 at 8:23 am

    Bubuk Thermite Membantu Mempermudah Gedung WTC Roboh

    Seorang Profesor Dari Brigham Young University , Utah Bernama Steven E Jones Menjelaskan Hasil Penelitiannya Bahwa Runtuhnya Menara Kembar WTC Tersebut Adalah Disengaja. Dalam Penelitiannya, Jones Mengatakan Bahwa Hal Yang Dapat Melumerkan Besi Baja Dengan Cepat Adalah Yang Dinamakan Thermite .
    Thermite adalah komposisi Pyrotechnic Dari Bubuk Logam Dan Logam Oksida Yang Dapat Menghasilkan Reaksi Oksidasi-Reduksi Bernama Reaksi Thermite .
    Dengan Menggunakan Thermite , Maka Besi Atau Baja Dapat Terbakar Dan Meleleh Dengan Cepat Seperti Mentega Yang Dipotong.
    Hal Yang Dihasilkan Oleh Pembakaran Thermite Adalah Asap Berwarna Putih, Lelehan Pijar Api Dan Percikan Api. Uniknya, Semua Itu Muncul Ketika Sebelum Dan Sesudah WTC Ditabrak Oleh Pesawat.
    Selain Penggunaan Thermite , Jones Juga Mengemukakan Teori Lainnya Yaitu Pemotongan Beberapa Batang Besi Baja Penyangga gedung Di Bagian Bawah Dan Pemakaian Bom. Pesawat Terbang Dalam Hal Ini Hanyalah Sebagai Pengecoh Perhatian Saja.
    Karena Keberanian Jones Membeberkan Hasil Penelitiannya, Dia Mendapatkan Banyak Dukungan Dari Berbagai Kalangan Yang Sepakat Mengatakan Bahwa Runtuhnya WTC Adalah Rekayasa Pemerintah Amerika Serikat.
    Uniknya, Sampai Sekarang Belum Terdapat Penelitian Secara Resmi Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Serikat Untuk Menganalisa Bagaimana WTC Dapat Runtuh Secepat Itu Dan Gedung 7 Juga Ikut Runtuh Walaupun Tidak Tersentuh Oleh Apapun.
    Bagaimana Reaksi Termite Yang Dengan Mudah Dapat Menghancurkan Baja Seperti Layaknya Pisau.

  • Adi
    Reply Apr 22, 2017 at 7:00 am

    Apabila berbicara mengenai runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) pasti terdapat banyak sekali konspirasi mengenai penyebab runtuhnya gedung tersebut. Sebelumnya, WTC merupakan gedung kebanggaan warga Amerika Serikat, gedung ini runtuh pada tanggal 11 September 2001 dikenal dengan istilah 911 karena orang Amerika mendahulukan bulan daripada tanggal maka menjadi 9/11. Yang menjadi misteri adalah bangunan dengan konstruksi sekuat itu bisa dengan mudah runtuh hanya karena ditabrak pesawat. Jika kita ingat kembali bahwa konstruksi gedung WTC dirancang khusus oleh Jhon Skilling dan Leslie E. Robertson. Namun runtuhnya gedung WTC masih menjadi perdebatan hal layak ramai, karena jika difikirkan kembali tidak mungkin bangunan dengan konstruksi sekuat itu bisa dengan mudah hancur dalam hitungan detik hanya kerena ditabrak pesawat. Banyak konspirasi tentang hal ini, tak sedikit orang yang menghubungkan dengan Osama Bin Laden, bahwa kejadian ini merupakan hasil campur tangan beliau. Namun, kebenarannya juga masih diragukan.
    Bahkan dikatakan bahwa kejadian runtuhnya WTC sudah tertulis dalam AL- Qur’an dalam surah At-Taubah ayat 109 :
    Terjemahan
    “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa
    kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang
    yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh , lalu
    bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam.
    Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim.”
    Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim.

    Pada Surah At-Taubah di atas telah disebutkan kata ditepi jurang yang runtuh yang dalam arabnya “JURUFIN HAR”. Ulama tafsir dulu menterjemahakan kata ini sebagai “tepi jurang yang runtuh”
    ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu Jalan JERF HAR.

  • Hasby Asshidiqi
    Reply Apr 20, 2017 at 8:52 pm

    Dilihat dari konstruksi gedung ini memang luar biasa kuat, namun bukan hal yang mustahil gedung dengan konstruksi diatas runtuh. Di beberapa artikel yang lain juga menyebutkan terdapat kejanggalan pada peristiwa ini, mulai disengajanya tabrakan pesawat, bahan bakar tumpah yang terbakar, kesalahan pemasangan konstruksi saat pembangunan, manipulasi konstruksi hingga bom.

  • Fajerianor
    Reply Oct 24, 2015 at 9:52 am

    Richard Gage, seorang arsitek yang telah berpengalaman selama 20 tahun(pada saat kejadian) pada bidang konstruksi serta telah berkecimpung dalam proyek perancangan bangunan anti api dan anggota dari Institusi Arsitek Amerika, mendirikan organisasi “Architect and Engineer For 9/11 Truth” yang berisikan ratusan arsitek dan teknisi berpengalaman dibidangnya. Mereka mengeluarkan pernyataan yang menyangkal pernyataan komisi 9/11.
    Para arsitek yang tergabung dalam organisasi tersebut menyatakan bahwa mereka mencurigai adanya perubahan terkontrol dengan bahan peledak yang menjadi penyebab runtuhnya menara 1, 2 dan terutama runtuhnya menara 7, setelah berbagai penyelidikan terhadap rekaman video dan analisis lapangan yang menurut mereka sangat tidak wajar dan tak dapat diterima secara ilmu pengetahuan apabila menara tersebut rata dengan tanah.

    • Handrian Pranata.T
      Reply Apr 21, 2017 at 11:26 am

      AMERIKA SERIKAT – Hingga kini, peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York, pada 11 September 2001 masih menyisakan tanda tanya bagi manusia.
      Banyak yang meragukan kebenaran peristiwa itu dilakukan oleh para teroris.
      Publik pantas sangsi, karena bagaimana mungkin negara dengan tingkat keamanan terbaik di dunia, bisa kebobolan oleh aksi segila itu.
      Banyak pula yang bertanya, apakah benar tabrakan sebuah pesawat hanya di satu titik bisa membuat gedung setinggi itu luluh lantak dalam hitungan detik?
      Banyak versi kemudian berkembang di masyarakat.
      Termasuk, pengakuan dari seorang pria bernama Kurt Sonnenfeld.
      Kurt mengaku pernah bekerja di US Department of Homeland Security, atau Badan Pertahanan Keamanan .
      Dia mengaku pernah ditugaskan sebagai juru kamera dan dokumenter setelah insiden yang kemudian disebut sebagai 9/11 (nine eleven) itu terjadi.
      Menurut Sonnenfeld, saat itu dia ditugaskan untuk mengambil semua gambar di reruntuhan gedung, saat peristiwa baru terjadi.
      Ia mengaku sebagai salah satu orang yang diizinkan masuk pertama kali setelah kejadian.
      Mengejutkan, karena Sonnenfeld mengatakan, bahwa dari apa yang ia rekam, runtuhnya gedung jelas sebuah rekayasa.
      Menurutnya, keanehan terjadi di Gedung 6 dan 7.
      Di Gedung 6, dia melihat sendiri sejumlah brankas dalam kondisi terbuka dan dalam kondisi kosong melompong.
      Padahal, menurutnya, saat itu ia orang pertama yang diizinkan masuk area tersebut oleh petugas keamanan.
      Brankas itu menurutnya seharusnya penuh dengan batangan emas simpanan pemerintah.
      “Ini bukti bahwa pemerintah sebetulnya sudah tahu akan diserang, sehingga mereka lebih dulu mempersiapkan segala sesuatunya,”ujar dia.
      Sonnenfeld mengatakan, dia juga bingung ketika melihat bagaimana gedung World Trade Center 7, runtuh meski tak mengalami kerusakan.
      “Bagiku, hal paling mencurigakan adalah apa yang terjadi di Gedung 7,”
      “Gedung ini tidak ditabrak pesawat.Tidak ada bagian strukturnya yang rusak, tapi anehnya, gedung ini jatuh begitu sempurna seperti diledakkan. Ingat, hanya butuh 6,5 detik untuk gedung 47 lantai sampai rata tanah,” kata dia.
      Kurt Sonnenfeld sendiri bernyanyi, setelah dia merasa dikriminalisasi oleh pemerintah AS.
      Ia dituding membunuh istrinya dan terancam hukuman mati.
      Padahal, Sonnenfeld beralibi istrinya itu bunuh diri, dengan menembak kepalanya sendiri.
      Menurutnya, pemerintah AS berkonspirasi menyingkirkannya karena ia dianggap tahu terlalu banyak soal fakta di balik runtuhnya .
      Setelah tuduhan pembunuhan, Kurt Sonnenfeld lari ke .
      Ini karena adalah salah satu negara yang menentang hukuman mati.
      Pemerintah AS hingga kini tak bisa mengekstradisi Sonnenfeld, tapi ditolak oleh pemerintah .
      Pengakuan Kurt Sonnenfeld , dan fakta soal runtuhnya , hingga kini masih menjadi misteri. (*)
      Informasi didapat dari situs TRIBUNJATIM.COM
      Trimakasih,salah hilaf mohon maaf.

  • Reply Jun 5, 2013 at 7:13 pm

    Dalam implementasinya struktur dinding kaku tersebut diwakili oleh kolom- kolom perimeter yang rapat dan diikat oleh balok tepi yang tinggi (deep spandrel beam). Sistem ini paling banyak digunakan karena dapat mengakomodasi jendela-jendela pada lubang-lubang diantara kolom-kolom perimeter. Pada gedung WTC-New York digunakan kolom-kolom perimeter baja berbentuk box berdimensi 450mm x 450mm, yang dipasang dengan jarak antar kolom 1.020mm (pusat ke pusat), dengan balok spandrel setinggi 1.320 mm. Pada lantai bawah setiap kelompok yang terdiri dari 3 kolom berubah menjadi kolom-kolom tunggal box yang berdimensi 800mm x 800mm. Seluruh rangka tabung dihubungkan dengan sambungan kaku (rigid connection) sehingga terbentuklah struktur rangka tabung yang bersifat “laterally and torsionally rigid frame tube” yang memiliki derajat hiperstatis yang tinggi. Dengan demikian struktur tabung tersebut lebih diutamakan dalam menampung beban-beban lateral, sedangkan core dan kolom-kolom interiornya lebih diutamakan dalam menampung beban-beban gravitasi. Sistem ini berlainan dengan struktur gedung yang tidak terlalu tinggi dimana core bangunan lebih diutamakan untuk menampung bebab-beban lateral. Dapat dikatakan sistem struktur berubah sesuai dengan makin tingginya bangunan.

    • Reply Jun 14, 2013 at 3:07 pm

      to paige hurley, terimakasih atas tambahan informasinya yang bermanfaat

  • Reply Jun 16, 2012 at 2:05 am

    Sekali lagi permasalahan terorisme menjadi satu permasalahan yang dapat memecahkan persatuan antarbangsa. hal ini dapat di lihat setelah peristiwa runtuhnya gedung WTC ini semakin banyak perselisihan antarbangsa terutama antara Amerika dengan negara di Asia Barat..
    mengenai masalah struktur bangunan yang tidak seperti bangunan pada umumnya, hal itu juga patut di pertanyakan. mengapa bangunan dengan mega struktur seperti gedung WTC tidak menggunakan standar struktur sebagaimana bangunan dengan mega struktur di rancang.
    dan dari artikel yang tertulis di atas dapat terlihat bahwa adanya sistem keamanan yang lemah sehingga memungkinkan dipasangnya bom-bom di dalam gedung.
    namun hal itu juga dapat berarti bahwa sistem keamanan di gedung WTC ini telah dimasuki oleh penyelusup yang memudahkan akses para pelaku kejahatan untuk melaksanakan aksinya.
    namun semoga dengan adanya kejadian ini kita semua dapat memetik pelajarannya. bahwa zaman sekarang, begitu banyaknya orang cerdas yang menyalahgunakan kecerdasannya. yang seharusnya digunakan untuk hal-hal bermanfaat yang dapat memajukan kehidupan di bumi malah digunakan untuk hal-hal yang merugikan orang banyak bahkan negara.

  • muhammad raynanda permana
    Reply Jun 15, 2012 at 2:46 pm

    menurut saya kejadian seperti ini tidak hanya akan terjadi sekali, apabila akar permasalahann aksi teror ini yaitu IDEOLOGI.
    walaupun mungkin ada ketidak tepat’an dalam pemilihan sistem struktur gedung tersebut yang dapat disabotase dengan penempatan bom didalamnya… sehingga bisa ambruk hanya dalam 10 detik.
    wew…

  • Reply May 14, 2011 at 6:06 am

    Saya akan menanggapi aTIPC..menurut saya,masalah memusuhi pihak tertentu itu benar saja,,karena pada awalnya WTC itu kan ditabrak pesawat dan adanya bom itulah yg membuat wtc rubuh,adanya bom dan pesawat itu bisa dibilang sesuatu yg disengaja dibuat.

  • aTiPC
    Reply May 2, 2011 at 7:49 pm

    sayangnya masyarakat hanya dijejali berita jumlah korban yg memicu kemarahan, shg dgn mudah diarahkan utk memusuhi pihak tertentu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *