Ternyata Masih Banyak yang Menyangka Kata “Telegram” Sekarang Seperti “Telegram” Di Jaman Dulu

03

Dec

Ternyata Masih Banyak yang Menyangka Kata “Telegram” Sekarang Seperti “Telegram” Di Jaman Dulu

logo telegram waTelegram di jaman dulu, puluhan tahun yang lalu merupakan media komunikasi yang cukup diminati masyarakat berkirim pesan. Bagaimana tidak demikian, pada masa itu tidak ada HP, dan tidak ditemui warnet. Saat itu hanya ada 3 pilihan cara berkomunikasi yaitu surat, telegram dan telepon. Diantara ketiganya, telegram menjadi pilihan yang murah meriah dan cepat. Tarif dihitung per huruf dan spasi serta simbol. Kalau tidak salah ingat waktu itu tarif huruf Rp.150,-. Kalau rangkaian kalimat pesan yang dikirim 100 kata berarti total tariff Rp.1.500 + jumlah spasi dan simbol x Rp.150,-. Jadi kira-2 normal biaya telegram sekitar Rp. 2.000,-. Telegram hanya bisa dilayani di kantor PT. Telkom atau agen Telkom yang sangat jarang ditemukan saat itu.

Waktu dan peradaban telah berubah. Sekarang teknologi informasi telah menerobos ruang berpikir manusia masa lalu. Dahulu tidak terbayangkan sekarang jadi kenyataan yang mengherankan. Termasuk juga telegram. Telegram masa lalu berbeda dengan masa sekarang. Kalau masa sekarang sebutan telegram adalah aplikasi canggih penyampai pesan. Tapi ketenaran aplikasi telegram masih jauh di bawah aplikasi whatsapp (WA) yang juga sebagai aplikasi canggih penyampai pesan.

Awal kemunculannya, WA lebih dulu daripada telegram. Dalam perkembangannya WA diakuisisi oleh Facebook. Sementara, telegram terus berkembang dan semakin canggih. Banyak yang mengakui bahwa data yang tersimpan di telegram lebih aman dibandingkan dengan yang tersimpan di WA. Namun, dalam hal fungsi multi task, WA lebih mudah dibandingkan dengan telegram. Selanjutnya, telegram memiliki kelebihan lain yaitu kompatibel digunakan lewat PC atau laptop yang kemudian diikuti juga oleh WA. Cara penggunaan WA di PC atau laptop kurang fleksibel dibandingkan telegram. Sepertinya kedua aplikasi ini mengambil sisi keunggulan yang berbeda satu sama lain.

Dalam terobosan terbarunya, telegram yang semula hanya menyediakan 200 member (tidak seperti WA hanya 100), saat ini menyediakan lagi fasilitas hingga 1000 member dengan upgrade aplikasi dari telegram biasa ke telegram supergroup. Satu lagi yang juga telah membuat semakin antusias pengguna telegram yaitu kehadiran channel public telegram yang memungkinkan menampung pengikut yang tidak terhingga. Channel telegram ini bersifat 1 arah. Kategori member hanya bisa melihat dan membaca, tidak bisa berkomunikasi dengan admin di channel, sedangkan kategori admin bisa melihat siapa saja member yang mengikuti. Channel telegram seperti ini sifatnya seperti papan pengumuman atau broadcast yang ada di WA.

Ada yang sudah membuktikan bahwa telegram lebih ringan loadingnya dibandingkan WA, namun boros baterai. Sementara penggunaan WA rawan hang atau error kalau pesan yang masuk terlalu banyak, walaupun tetapi baterai lebih awet dibandingkan mengaktifkan telegram. Pesan yang masuk ke telegram tersimpan di cloud alias server di banyak negara, sedangkan pesan yang masuk WA tersimpan di perangkat masing-masing pengguna. Data yang masuk ke telegram di enskripsi sangat ketat sehingga aman. Pendiri telegram bahkan pernah membuat tantangan kepada siapa saja yang berhasil mengintip pesan telegram diantara 2 pendiri telegram dengan hadiah $200.000. Kemudian setelah itu mereka kembali membuka tantangan baru bagi siapa saja yang berhasil meng-crack enskripsi telegram dengan hadiah $ 300.000.

Masih ada lagi?

Ada. Kemampuan telegram dalam mengirimkan pesan hingga ukuran gyga, bahkan berbagai jenis file document dapat dikirim lewat telegram yang tidak dapat dikirim melalui WA. Dan lebih menarik lagi pengguna telegram dilayani secara gratis, berbeda dengan pengguna WA yang dikabarkan tahun 2016 mulai memasang tarif.

Kembali kepada judul di atas, kenyataan yang ada masih banyak yang belum mengenal aplikasi telegram. Setiap disebutkan kata telegram mereka menyangka guyonan masa lalu. Bahkan cenderung dianggap yang menyampaikan atau menyarankan pakai telegram generasi jadul atau gaptek. Padahal kecanggihan aplikasi telegram ini telah menyebabkan email mulai ditinggalkan penggunanya.

Tertarik menggunakan telegram ? silahkan download di google playstore

One thought on - Ternyata Masih Banyak yang Menyangka Kata “Telegram” Sekarang Seperti “Telegram” Di Jaman Dulu

  • Made Gelgel
    Reply Mar 19, 2017 at 11:43 pm

    yang paling saya suka fitur cloud di aplikasi ini, jadi kalau foto sudah terhapus masih bisa dicari lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *